Giring Serang Anies Pembohong, Gerindra: Janganlah Caci Maki

Eva Safitri - detikNews
Selasa, 21 Sep 2021 12:53 WIB
Jakarta -

Plt Ketum PSI Giring Ganesha menyebut Anies Baswedan sebagai pembohong dan tak ingin Indonesia jatuh ke tangan sang gubernur DKI Jakarta. Partai Gerindra selaku pengusung Anies meminta PSI tidak mencaci maki Anies.

"Kritik boleh-boleh saja karena itu hak mereka tetapi janganlah mudah memberi label orang sebagai pembohong," kata juru bicara Gerindra, Habiburokhman, kepada wartawan, Selasa (21/9/2021).

"Bagaimanapun PSI juga partai politik yang mempunyai kewajiban memberi pencerahan dan pendidikan politik kepada rakyat. Kedepankan substansi, jangan caci-maki," imbuhnya.

Anggota Komisi III DPR ini menyebut Anies sudah bekerja keras menangani pandemi COVID-19. Dia berharap kinerja Anies didukung semua pihak, bukan malah diserang secara pribadi.

"Situasi pandemi ini saya lihat sebagian besar pejabat publik termasuk Pak Anies kerja keras untuk membantu rakyat yang menderita kesusahan. Kita harusnya bersatu dan saling mendukung, jangan malah memprovokasi dan menyerang pribadi," imbuhnya.

Sebelumnya, Giring dalam sebuah video di akun Twitter PSI @psi_id, Selasa (21/9), menuding Anies menggunakan APBD DKI untuk kepentingan Pilpres 2024. Salah satu anggaran yang disoroti Giring soal gelaran Formula E.

"Uang muka dan jaminan bank bagi penyelenggaraan balap mobil Formula E dibayar Anies pada saat pemerintah secara resmi mengumumkan negara dalam keadaan darurat karena pandemi COVID-19. Uang rakyat sebanyak itu dihabiskan oleh Gubernur Anies Baswedan di tengah penderitaan rakyat yang sakit, meninggal, dan hidupnya susah karena pandemi," ujar Giring.

"Uang Rp 1 triliun dia keluarkan padahal rakyat terlantar tidak masuk ke rumah sakit yang penuh. Rakyat kesulitan makan karena kehilangan pekerjaan," sambungnya.

Bahkan Giring menyebut Anies pura-pura peduli terhadap warga di Jakarta yang terkena dampak pandemi. Politisi yang lebih dulu dikenal sebagai vokalis band itu berharap Indonesia tidak dipimpin Anies.

"Pura-pura peduli adalah kebohongan Anies Baswedan di tengah pandemi dan penderitaan orang banyak. Rekam jejak pembohong ini harus kita ingat sebagai bahan pertimbangan saat pemilihan nanti di 2024. Jangan sampai Indonesia jatuh ke tangan pembohong. Jangan sampai Indonesia jatuh ke tangan Anies Baswedan," katanya.

(gbr/tor)