Tinjau PTM Terbatas di 3 SMA, Wagub Jabar: Sudah Baik & Sesuai Aturan

Jihaan Khoirunnisaa - detikNews
Selasa, 21 Sep 2021 12:10 WIB
Guru memberikan materi pelajaran saat Pembelajaran Tatap Muka Terbatas di kawasan SDN 13 Pagi Sunter Agung, Jakarta Utara, Rabu (8/9).
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat (Jabar) Uu Ruzhanul Ulum meninjau pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas di SMA Negeri 10, SMA Negeri 4, dan SMA Negeri 5 Kota Tasikmalaya. Dari hasil tinjauan kegiatan PTM di 3 sekolah tersebut berlangsung lancar.

Uu mengatakan seluruh kegiatan dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat dan sesuai dengan aturan pemerintah, seperti jumlah siswa dibatasi dan sarana prasarana penunjang prokes. Kegiatan peninjauan tersebut dilakukan Senin (20/9) kemarin.

"Hari ini saya melaksanakan kegiatan untuk memantau proses belajar mengajar secara PTM di beberapa daerah. Dan Alhamdulillah kegiatan di Kota Tasikmalaya ini berjalan dengan baik dan menaati peraturan," kata Uu dikutip dari laman resmi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar, Selasa (21/9/2021).

Ia pun mengingatkan agar jumlah siswa dan waktu belajar dibatasi. Selain itu, tata tertib sekolah juga harus sesuai dengan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) sampai pengawasan dari Satgas Penanganan COVID-19 setempat.

"Sekolah dan orang tua siswa wajib melakukan protokol kesehatan dari siswa berangkat, di dalam sekolah sampai pulang ke rumah," ujarnya.

Selain itu menurut UU, pelaksanaan PTM di tingkat SMA maupun SMK harus mempertimbangkan kondisi wilayah secara epidemologis. Untuk itu ia meminta Dinas Kesehatan dan Satgas melakukan pemantauan dan pendamping pelaksanaan PTM.

Uu juga mendorong para pengajar untuk membuat bahan ajar yang menarik bagi peserta didik. Tujuannya untuk meningkatkan minat belajar peserta didik meski terdapat sejumlah penyesuaian dalam pola pengajaran selama pandemi COVID-19.

"Pengalaman dalam melaksanakan PJJ (pembelajaran jarak jauh) selama lebih dari satu setengah tahun di masa pandemi bisa dijadikan bahan evaluasi untuk menentukan pola-pola terbaik dalam mewujudkan proses belajar-mengajar yang tepat," terangnya.

"Misalnya ini (hari ini) materi bagian A, kelompok A ini yang di luar (daring) juga belajar A. Minggu depan kelompok B yang ini (daring) juga ikut belajar. Jadi tidak stagnan," tandasnya.

Simak video 'WHO Soroti Klaster Pembelajaran Tatap Muka di Indonesia':

[Gambas:Video 20detik]



(prf/ega)