Empat Modal Dasar Optimisme PKS Mampu Raih 15% Suara di 2024

Sudrajat - detikNews
Selasa, 21 Sep 2021 08:06 WIB
Jakarta -

Kehadiran partai baru, baik pecahan maupun yang benar-benar baru berbasis agama, diyakini tak akan menggerogoti suara PKS di Pemilu mendatang. Perolehan suara di Pemilu 2019 membuktikan bahwa di tengah konflik hebat pun suara PKS justru bertambah cukup signifikan. Kenapa demikian?

Setidaknya, menurut Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Syaikhu, ada empat modal dasar yang membuat eksistensi partainya tak tergoyahkan. Pertama adalah militansi para kader. Harus diakui sejak awal kemunculannya, para kader PKS terlihat lebih militan menggalang simpati masyarakat. "Kami terus melakukan kaderasi dan edukasi politik terhadap simpatisan dan relawan," kata Syaikhu dalam program Blak-blakan di detik.com, Senin (20/9/2021).

Kedua, dia mengklaim segenap elit PKS terus berupaya menjaga soliditas struktur pengurus partai dari pusat, wilayah, cabang, hingga ke ranting-ranting di tingkat kecamatan dan kelurahan. Selain itu, sejak awal kerja-kerja penggalangan maupun pengabdian sudah terbiasa dilakukan secara kolektif, bukan semata mengandalkan charisma seseorang.

"Terakhir, kami tengah berupaya melahirkan tokoh kepemimpinan nasional dengan mendorong satu nama yakni Habib Salim Segaf sehingga diharapkan ada cotail effect," ujar Syaikhu.

Pada pemilu mendatang, PKS menargetkan perolehan suara moderat di angka 15%, dari sebelumnya 8,2%. Dari catatan detik.com, grafik raihan suara PKS dari setiap pemilu cenderung terus naik. Pada Pemilu 1999, saat masih bernama Partai Keadilan (PK), parpol ini meraih 1,36 persen suara nasional atau setara dengan 7 kursi di DPR. Setelah berganti nama menjadi PKS, di Pemilu 2004 melejit dengan mendapat 7,34 persen suara (45 kursi), Pemilu 2009 meraih 7,88 persen (57 kursi), Pemilu 2014 turun menjadi 6,79 persen (40 kursi), dan di Pemilu 2019 kembali naik menjadi 8,21% atau setara dengan 50 kursi di DPR-RI.

(jat/jat)