Irjen Napoleon Aniaya Muhammad Kace di Rutan Dibantu 3 Tahanan Lain

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Senin, 20 Sep 2021 22:29 WIB
Ketua majelis hakim, M Damis memimpin sidang lanjutan perkara korupsi penghapusan red notice Interpol dengan terdakwa Irjen Napoleon Bonaparte di Pengadilan Tipikor pada  PN Jakarta Pusat, Jalan Bungur Besar Raya, Jakpus, Senin (18/1/2020).
Terdakwa kasus suap, Irjen Napoleon Bonaparte (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Tersangka kasus dugaan penistaan agama Muhammad Kece alias Kace diduga dianiaya oleh terdakwa kasus korupsi Irjen Napoleon Bonaparte di rutan. Polisi mengatakan Irjen Napoleon tidak beraksi sendirian, melainkan dibantu 3 tahanan lain.

"Secara umum diawali masuknya NB bersama 3 napi lainnya ke dalam kamar korban MK pada sekitar pukul 00.30 WIB," ujar Dirtipidum Bareskrim Brigjen Andi Rian Djajadi saat dihubungi, Senin (20/9/2021).

Andi menjelaskan Irjen Napoleon meminta bantuan ke tahanan lainnya untuk mengambil sebuah plastik putih dari kamarnya. Usut punya usut, isi dari plastik putih itu adalah kotoran manusia.

"Satu orang saksi napi lainnya kemudian disuruh mengambil plastik putih ke kamar NB yang kemudian diketahui berisi tinja (kotoran manusia)," tuturnya.

Penganiayaan pun berlangsung di kamar isolasi Muhammad Kace. Dia dilumuri kotoran manusia di bagian wajah dan badan oleh Irjen Napoleon.

Setelah itu, Irjen Napoleon memukul Kace. Sekitar pukul 01.30 WIB, barulah Napoleon beserta 3 tahanan lainnya pergi meninggalkan sel Kace.

"Dari bukti CCTV tercatat pukul 01.30 WIB, NB dan 3 napi lainnya meninggalkan kamar sel korban," terang Andi.

Bagaimana cara Irjen Napoleon masuk ke sel M Kace? Simak di halaman selanjutnya.