Luhut: Kami Takkan Ubah Drastis Kebijakan Pandemi, Mohon Pengertian

Tim detikcom - detikNews
Senin, 20 Sep 2021 19:13 WIB
Jakarta -

Pemerintah meminta masyarakat tetap waspada terhadap penularan COVID-19, yakni dengan tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes). Pemerintah menyatakan tak akan melakukan perubahan yang drastis.

"Kami tak akan lakukan perubahan yang drastis. Saya mohon pengertian teman-teman masyarakat Indonesia untuk hal ini," kata Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan dalam siaran langsung di Kanal Sekretariat Presiden, Senin (20/9/2021).

"Kenapa tidak? Karena kita tak mau membuat kesalahan dan banyaknya yang tidak kita ketahui juga mengenai Delta varian ini," tambah koordinator PPKM Jawa-Bali ini.

Luhut mengungkapkan PPKM di Jawa-Bali akan dilakukan selama dua pekan. Namun evaluasi tetap dilakukan setiap pekan.

Dia mengatakan hal itu menjadi salah satu arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam rapat terbatas.

"Perubahan PPKM level diberlakukan selama 2 minggu untuk Jawa-Bali namun evaluasi tetap dilakukan setiap minggunya untuk mengantisipasi perubahan yang terjadi begitu cepat," kata Luhut.

Diketahui, saat ini sudah tak ada kabupaten/kota di Jawa yang menerapkan PPKM level 4. Hal itu tercapai setelah pengetatan mobilitas dan peningkatan disiplin prokes dilakukan sekitar 2 bulan.

Luhut mengatakan kondisi tersebut ialah hasil kerja bersama.

Luhut menyampaikan perkembangan penanganan COVID-19 semakin baik. Salah satunya adalah kasus harian sudah turun hingga 98 persen dari waktu puncaknya.

"Kasus aktif kurang dari 60 ribu, tepatnya 57 ribu sekian, dan kasus aktif sudah lebih rendah dari 60 ribu. Dan kasus harian turun hingga 98 persen dari titik puncak 15 Juli yang lalu," kata Luhut.

Angka Reproduksi Corona RI di Bawah 1

Dia mengatakan angka reproduksi Corona terus turun dan pandemi Corona dinilai sudah terkendali.

"Situasi pandemi COVID-19 terus menunjukkan perbaikan dengan hasil estimasi dari tim epidemiolog FKM UI menunjukkan angka reproduksi efektif Corona Indonesia untuk pertama kalinya selama pandemi ini sudah berada di bawah 1 yakni sebesar 0,98," katanya.

Artinya, setiap 1 kasus COVID-19 rata-rata menularkan ke 0,9 orang. Berarti juga jumlah kasus akan terus berkurang. Kondisi ini pertama kalinya terjadi di Indonesia.

"Angka ini dapat diartikan bahwa pandemi COVID-19 di Indonesia telah terkendali. Ini penilaian dari tim penasihat dari kami," ucapnya.

(jbr/fjp)