Dipolisikan Roy Suryo Gegara Cuitan, Ferdinand Hutahaean Buka Suara

Tim detikcom - detikNews
Senin, 20 Sep 2021 17:12 WIB

Dia tak mempermasalahkan laporan Roy Suryo terhadap dirinya ke Polda Metro Jaya. Ferdinand menilai hal itu adalah hak Roy Suryo dan dia berjanji akan menghadapinya.

"Tapi hati-hati juga kalau nanti tak terbukti ada unsur pidananya, Roy bisa saya laporkan balik. Hati-hati saja di situ. Masa kita tak bisa menilai nalar orang lain? Kalau kata bodoh dianggap pidana dan pencemaran nama baik, waduhhh guru-guru sekolah bisa kena pidana semua. Bilang pintar boleh, tapi bilang bodoh tidak boleh?" imbuhnya.

Dipolisikan soal Cuitan 'Eks Menteri Sebodoh Ini'

Ferdinand Hutahaean dilaporkan Roy Suryo terkait cuitannya pada 14 September 2021. Dalam cuitannya itu, Ferdinand menuliskan ada mantan menteri dengan logika berpikir yang bobrok.

Selain itu, Ferdinand menuliskan soal adanya mantan menteri yang membawa pulang barang-barang milik negara ke rumah pribadi. Roy Suryo mengaku memiliki bukti cuitan itu ditujukan kepadanya, meski Ferdinand Hutahaean tidak menyebutkan namanya di cuitan tersebut.

"Saudara FH ini sudah sangat keji dan kejam menuliskan itu secara vulgar. Maka hari ini laporannya sudah diterima di Polda Metro Jaya. Jadi ini laporan saya terbaru atas dugaan pencemaran nama baik, penghinaan, dan penyiaran kabar bohong," ujar Roy Suryo.

Ferdinand Hutahaean dilaporkan Roy Suryo atas dugaan pelanggaran Pasal 301 dan 302 KUHP. Eks kader Partai Demokrat ini juga dilaporkan atas dugaan pelanggaran Pasal 45 UU ITE tentang Pencemaran Nama Baik dan Fitnah.

"Kenapa fitnah? Karena selain di hate speech membodoh-bodohi saya dan menggoblok-goblokan saya, dia juga menulis menuduh saya membawa barang-barang ke rumah dari kantor," terang Roy Suryo.

"Faktanya hal yang dia sebut itu sudah inkrah lama. Mei 2019, pihak Pengadilan Negeri Jaksel sudah memutuskan kasus itu inkrah. Pihak pelapor Imam Nahrawi itu yang bersangkutan sudah cabut laporannya karena tidak ada bukti dan memang itu fitnah dan yang bersangkutan bahkan bayar perkara. Jadi kasus panci itu sudah inkrah di Mei 2019," tambahnya.

Laporan dari Roy Suryo kini telah diterima di Polda Metro Jaya. Laporan tersebut teregister dengan nomor STTLP/B/4639/IX/2021/SPKT/POLDA METRO JAYA, tanggal: 20 September 2021.


(fas/jbr)