Pelaku Teror 'Molotov' di Rumah Pendeta di Makassar Jadi Tersangka

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Senin, 20 Sep 2021 14:18 WIB
Pelempar Bom Molotov ke Rumah Pendeta di Makassar (dok.istimewa)
Pelempar Bom Molotov ke Rumah Pendeta di Makassar (Dok. Istimewa)
Makassar -

Pelaku teror terhadap Pendeta Lukas Dayung di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), ditetapkan sebagai tersangka. Polisi mengungkapkan motif perbuatan pelaku untuk menakut-nakuti Pendeta Lukas.

"Pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka hari ini," kata Kanit Reskrim Polsek Tamalanrea Iptu Nur Tjahyana saat dimintai konfirmasi detikcom, Senin (20/9/2021).

Peristiwa ini terjadi di rumah seorang pendeta pimpinan Gereja Toraja Klasis Makassar bagian Timur ini, terjadi di kawasan perumahan dosen, Makassar, Sulsel, pada Minggu (19/9) kemarin. Menurutnya, setelah dilakukan pemeriksaan, bahan yang dilemparkan oleh tersangka tidak termasuk bom molotov.

"Hasil daripada pemeriksaannya,dia memang sudah berniat melakukan itu disebabkan dia sakit hati kepada pendeta karena beliau ini diibaratkan selalu melaporkan setiap kesalahan-kesalahan dia," terangnya.

"Sebenarnya boleh dikatakan ini bukan molotov. karena wadah yang dia pakai itu kantong plastik. Kantong itu dipakai untuk melempar pertama kali dan kedua tidak ada sumbu," imbuhnya.

Munculnya api, kata dia, diduga berasal dari benturan Pertalite yang terbentur setelah dilemparkan oleh tersangka, setelah tersangka mencoba lagi membakar kantong tersebut setelah terjatuh ke tanah. Bahan yang dilemparkan oleh pelaku tidak masuk kategori bom molotov.

"Bukan dibilang dibilang ada molotov. Untuk membakar rumah juga tidak seperti itu. Cuman dia mau takut-takuti saja, semacam teror tetapi bukan teror bukan bom," terangnya.

Dari hasil interogasi awal, pelaku mengaku sebagai mantan pekerja di Gereja tempat korban melayani. Pelaku nekat melakukan perbuatannya, lantaran merasa difitnah dan dipecat oleh korban.

Simak video 'Ini Tampang Pelempar Molotov ke Rumah Pendeta di Makassar':

[Gambas:Video 20detik]



(fiq/aud)