Polisi Bongkar Makam Anak Dicekoki Ortu Garam 2 Liter demi Pesugihan

Hermawan Mappiwali - detikNews
Senin, 20 Sep 2021 11:27 WIB
Ilustrasi: pembunuhan, mayat, bunuh diri, garis polisi, police line
Ilustrasi (Thinkstock)
Gowa -

Polisi mulai membongkar makam pemuda berinisial DS (22) di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel), yang diduga tewas akibat dicekoki garam 2 liter oleh kedua orang tuanya demi pesugihan. Polisi akan melakukan autopsi untuk mendalami penyebab kematian DS, yang adiknya AP (6) juga dicungkil matanya demi pesugihan orang tua.

"Agendanya hari ini (pembongkaran makam)," ujar Kasubag Humas Polres Gowa AKP M Tambunan saat dimintai konfirmasi, Senin (20/9/2021).

Tambunan mengatakan agenda pembongkaran makam itu dilakukan setelah pihak penyidik Polres Gowa berkoordinasi dengan dokter forensik hingga pihak keluarga.

"Tapi apakah pembongkaran itu jadi atau tidak kita belum tahu," ungkap Tambunan.

Penyidik Telah Berada di Lokasi Makam DS

Sementara itu, penyidik Polres Gowa telah berada di makam DS di wilayah Kelurahan Gantarang, Kecamatan Tinggimoncong, Gowa, sejak pagi tadi.

Informasi yang diperoleh, penyidik telah memasang garis polisi di area makam DS yang akan dibongkar.

"Belum selesai kegiatannya, baru mulai," ucap Kasat Reskrim Polres Gowa AKP Boby Rachman dalam wawancara terpisah.

Boby belum memberikan perkembangan lebih lanjut di lokasi. Dia menyebut pihaknya sedang bekerja.

"Baru mulai, nanti saja kalau sudah kelar kegiatan saya masih di lokasi ini," pungkas Boby.

Diberitakan sebelumnya, kasus bocah AP (6) yang dicungkil matanya oleh ayah, ibu, paman, serta kakeknya karena pesugihan itu terus berkembang. Kakak kandung AP, yakni DS (20), juga disebut mati tak wajar karena beredar informasi DS meninggal dicekoki garam dua liter.

Penyidik Polres Gowa lantas memutuskan melakukan autopsi untuk menyelidiki penyebab kematian DS yang sebenarnya. Sementara pihak keluarga mendukung langkah penyidik tersebut untuk melakukan autopsi.

Bahkan seorang paman korban disebut juga melaporkan orang tua ke polisi khusus untuk kematian DS. Paman korban yang tidak disebut identitasnya itu melaporkan aksi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan dugaan pidana pembunuhan.

"Dia melaporkan tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga yang menyebabkan korban meninggal dunia dan juga laporan tindak pidana pembunuhan," ungkap M Tambunan, kepada detikcom, Senin (13/9).

"Kalau identitas yang dilaporkan di sini nantilah kita ungkap," sambung Tambunan.

Lihat juga video 'Bocah Korban Pesugihan Ortunya Jalani Tes Penglihatan Usai Operasi':

[Gambas:Video 20detik]



(hmw/nvl)