Gubsu Edy Menjawab Sorotan Jokowi dengan Janji

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 19 Sep 2021 21:34 WIB
Gubernur Sumut (Gubsu) Edy Rahmayadi
Foto: Gubernur Sumut Edy Rahmayadi (dok. Diskominfo Sumut)

Jokowi kemudian mendorong kepala daerah yang masih rendah tingkat vaksinasi untuk segera memperbaiki. Jokowi meminta Pangdam I/BB dan Kapolda Sumut membantu melakukan vaksinasi di daerah itu.

Selain itu, Jokowi meminta agar stok vaksin itu dihabiskan.

"Setiap saya datang, ke provinsi, ke daerah kabupaten/kota, selalu yang dikeluhkan vaksin," kata Jokowi.

Jokowi menyebut produsen vaksin memprioritaskan penjualan kepada negara-negara tempat perusahaan mereka berada. Jokowi mengatakan hal itu terjadi pada bulan Januari hingga Juli 2021.

"Vaksinnya ada sekarang, sekarang yang saya tuntut vaksin harus habis. Nggak ada yang namanya stok seperti ini," ucap Jokowi.

Adapun Jokowi menyoroti masih banyaknya stok vaksin di gudang-gudang penyimpanan di Sumut. Untuk itu dia meminta vaksinasi dikebut.

"Kita berpacu dengan waktu, jangan sampai ada stok di daerah, vaksin datang suntikan ke masyarakat, habis minta ke Gubernur," ujar Jokowi.

Jokowi menyebut dari data yang dia terima, saat ini stok vaksin di gudang Sumut mencapai 838.782 dosis. Sementara untuk kabupaten/kota yang paling banyak menyimpan vaksin yaitu Deli Serdang (94.138 dosis), Serdang Bedagai (84.576 dosis), Nias (75.152 dosis), dan Medan (71.410).

Janji Gubsu Edy

Gubernur Sumut (Gubsu) Edy Rahmayadi berjanji akan segera percepat vaksinasi. Edy mengatakan vaksin yang tersedia itu akan disuntikkan sampai habis ke masyarakat.

"Setelah kami cek ke lapangan di tempat penyimpanan Pemprov, vaksin yang tersedia 255.534 dosis. Kita akan segera menggunakan ini untuk masyarakat kita karena kita saat ini berupaya mempercepat vaksinasi," ujar Edy di Medan, Minggu (19/9/2021).

Edy mengatakan akan kembali meminta ketersediaan vaksin Corona, jika stok yang tersedia habis.

"Sampai saat ini cakupan vaksinasi Sumut dosis pertama mencapai 26,61%, dosis kedua 16,45% dan dosis ketiga khusus nakes 50%," ujar Edy.

Edy mengatakan kasus positif aktif di Sumut berkurang 15.517 menjadi 3.905 kasus selama dua pekan terakhir. Sementara itu, tingkat kesembuhan meningkat 15,83% menjadi 93,6%.

"Capaian ini seiring dengan penurunan kasus signifikan di Kota Medan, Sibolga, dan Mandailing Natal, di mana ketiga daerah ini sempat mengalami lonjakan kasus atau berada di level 4," ujar Edy.

"Ini berkat kerja keras kita semua, kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri menghadapi pandemi ini. Jadi, jaga terus kekompakan kita, konsisten dan disiplin," tambahnya.


(idn/idn)