Gubsu Edy Janji Percepat Vaksinasi Usai Stok Vaksin di Sumut Disorot Jokowi

Ahmad Arfah - detikNews
Minggu, 19 Sep 2021 11:39 WIB
Gubernur Sumut (Gubsu) Edy Rahmayadi
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi (Dok. Diskominfo Sumut)
Medan -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyoroti banyaknya stok vaksin di gudang penyimpanan milik Pemprov Sumut. Gubernur Sumut (Gubsu) Edy Rahmayadi berjanji akan segera percepat vaksinasi.

"Setelah kami cek ke lapangan di tempat penyimpanan Pemprov, vaksin yang tersedia 255.534 dosis. Kita akan segera menggunakan ini untuk masyarakat kita karena kita saat ini berupaya mempercepat vaksinasi," ujar Edy di Medan, Minggu (19/9/2021).

Edy mengatakan vaksin yang tersedia itu akan disuntikkan sampai habis ke masyarakat. Jika kurang, akan diminta lagi ke pemerintah pusat.

"Sampai saat ini cakupan vaksinasi Sumut dosis pertama mencapai 26,61%, dosis kedua 16,45% dan dosis ketiga khusus nakes 50%," ujar Edy.

Edy mengatakan kasus positif aktif di Sumut berkurang 15.517 menjadi 3.905 kasus selama dua pekan terakhir. Sementara itu, tingkat kesembuhan meningkat 15,83% menjadi 93,6%.

"Capaian ini seiring dengan penurunan kasus signifikan di Kota Medan, Sibolga, dan Mandailing Natal, di mana ketiga daerah ini sempat mengalami lonjakan kasus atau berada di level 4," ujar Edy.

"Ini berkat kerja keras kita semua, kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri menghadapi pandemi ini. Jadi, jaga terus kekompakan kita, konsisten dan disiplin," tambahnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menyoroti banyaknya stok vaksin yang tersimpan di gudang Pemprov Sumut. Hal itu disampaikan Jokowi saat kunjungan kerja ke Medan.

Jokowi awalnya menyampaikan keluhan yang sering diterimanya persoalan vaksin. Keluhan itu diterima Jokowi saat kunjungan ke daerah.

"Setiap saya datang, ke provinsi, ke daerah kabupaten/kota, selalu yang dikeluhkan vaksin," kata Jokowi di rumah dinas Gubsu, Medan, Kamis (16/9).

Jokowi mengatakan hal itu karena produsen vaksin memprioritaskan penjualan kepada negara-negara tempat perusahaan mereka berada. Jokowi mengatakan hal itu terjadi pada Januari-Juli 2021.

"Vaksinnya ada sekarang, sekarang yang saya tuntut vaksin harus habis. Nggak ada yang namanya stok seperti ini," ucap Jokowi.

Jokowi kemudian menyoroti masih banyaknya stok vaksin di gudang-gudang penyimpanan di Sumut. Untuk itu, dia meminta agar egera disuntikkan.

"Kita berpacu dengan waktu, jangan sampai ada stok di daerah, vaksin datang suntikan ke masyarakat, habis minta ke Gubernur," ujar Jokowi.

Jokowi menyebut dari data yang dia terima, saat ini stok vaksin di gudang Sumut mencapai 838.782 dosis. Sementara untuk kabupaten/kota yang paling banyak menyimpan vaksin yaitu Deli Serdang (94.138 dosis), Serdang Bedagai (84.576 dosis), Nias (75.152 dosis), dan Medan (71.410).

Simak juga '3 Provinsi yang Jadi Prioritas Wisata Kesehatan':

[Gambas:Video 20detik]

(idn/idn)