Begini Strategi Operasi Satgas Madago Raya yang Tewaskan Ali Kalora

Mohammad Qadri - detikNews
Minggu, 19 Sep 2021 15:29 WIB
Palu -

Kapolda Sulawesi Tengah (Sulteng) Irjen Rudy Sufahriadi mengungkap strategi Satgas Madago Raya dalam operasi bersama yang menewaskan pimpinan kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT), Ali Kalora. Petugas gabungan membagi tim dalam beberapa kelompok sesuai dengan pos yang telah ditetapkan.

"Polda Sulteng sudah berada di posnya masing-masing. Yang kedua Batalion 714 juga ikut beroperasi dan sudah ada di posnya yang sudah kami bagikan sektor-sektornya," kata Rudy saat jumpa pers di Gedung Pesat Gatra, Polres Parigi Moutong, pada Minggu (19/9/2021). Rudy didampingi oleh Danrem 132/Tadulako Brigjen Farid Makruf hingga Kepala Operasi (Kaops) Madago Raya Brigjen Reza Arif.

"Berikutnya ada rekan-rekan dari Korps Brimob Polri juga kita bagi 4 sektor, ada teman-teman kita dari Batalion 502 berada bersama-sama kita operasi di sini," tambahnya.

Sementara itu, untuk operasi intelijen, Rudy menyebut semuanya dikelola oleh Kepada BIN Daerah (Kabinda) Sulteng Brigjen TNI, Andi Chandra. Rudy menegaskan bahwa operasi yang menewaskan Ali Kalora ini adalah kerja bersama.

"Untuk seluruh kegiatan intelijen itu Pak Kabinda yang mengelola. Operasi ini operasi bersama," jelasnya.

Informasi Keberadaan Ali Kalora

Rudy mengatakan bahwa kegiatan ini diawali dengan adanya informasi mengenai keberadaan Ali Kalora dan pengawalnya Jaka Ramadhan. Kedua orang ini terpisah dengan 4 daftar pencarian orang (DPO) lainnya.

"Diawali oleh kegiatan intelijen kita mendapatkan informasi baik secara manual maupun IT bahwa keberadaan 2 DPO yang terpisah dari kelompoknya 4 (orang) berada di sekitar Torue, Desa Astina," kata dia.

Merespons hal itu, Satgas Madago Raya kemudian sepakat untuk melakukan penangkapan. Tim kemudian dibagi-bagi dalam beberapa kelompok.

"Untuk itu, kami sepakat, karena waktunya pendek, sudah dibagi sektor dan operasi ini sudah kita evaluasi, dan evaluasi apa pun bentuknya siapapun yang berhasil itu operasi kita bersama," jelasnya.

"Jadi untuk kecepatan kegiatan Pak Kaops dan saya sepakat untuk segera mengejar, menempatkan satu tim dari Walet, dari Gegana Korps Brimob Polri, dan satu tim Densus 88 dan bersama-sama kami beroperasi di sini," lanjutnya.

Lebih lanjut, Rudy tidak menjelaskan teknis operasi ini secara lebih rinci. Akan tetapi, operasi ini telah mengikuti prosedur operasi standar (SOP).

"Secara teknik saya tidak akan menceritakan bagaimana kemudian 2 DPO ini berhasil dilumpuhkan, karena operasi inteligen yang bagus, karena kegiatan yang baik untuk penindakan dilakukan penindakan tentunya dengan SOP standar yang berlaku bagi TNI Polri di Satgas Madago Raya ini," jelasnya.

Operasi yang menewaskan Ali Kalora dan satu rekannya ini terjadi pada Sabtu (18/9) kemarin. Ali Kalora tewas ditembak di TKP.

(lir/gbr)