Santoso dan Ali Kalora, Pemimpin MIT yang Berakhir Ditembak Mati

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 19 Sep 2021 14:25 WIB
Jakarta -

Pimpinan kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Ali Kalora ditembak mati oleh Satgas Madago Raya. Nasib Ali Kalora ini sama dengan pendahulunya, Santoso yang juga mati ditembak.

Ali Kalora diketahui sebagai penerus estafet kepemimpinan Santoso. Santoso bahkan kala itu dianggap lebih sadis ketika menjalankan aksi terornya.

Sebagaimana diberitakan detikcom, Santoso tewas pada 18 Juli 2016. Dia ditembak anggota Satgas Tinombala dari unsur Batalion Infanteri 515 Kostrad, Jember.

Setelah tewasnya Santoso, masih ada sosok Basri bin Baco Sampe alias Bagong yang menjadi tangan kanan Santoso. Basri bisa menjadi penerus Santoso. Beruntung, Satgas Tinombala berhasil menangkapnya hidup-hidup di Sektor Satu, Poso, Pesisir Selatan, 14 September 2016.

Maka sejak saat itu, Ali Kalora menjadi pemimpin MIT. Namun Ali Kalora sempat dianggap enteng oleh kepolisian.

"Ali Kalora jauh di bawah kelasnya Santoso dan Basri," kata Kapolri Jenderal Tito Karnavian di PTIK, Jl Tirtayasa, Jakarta, 14 September 2016.

Namun ternyata Ali Kalora tak kalah sadis ketimbang Santos. Pada 27 November 2020, dia memimpin pembunuhan sadis empat anggota keluarga di Dusun Lewonu, Desa Lembantongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Keempat korban tersebut adalah Yasa dan menantunya Pinu serta dua lainnya Naka dan anaknya Pedi. Selain itu, kepolisian menyebutkan kelompok Ali Kalora mengambil stok beras hingga 40 kg dan membakar 6 rumah warga.