Tentang Satgas Madago Raya Pemburu Ali Kalora

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 19 Sep 2021 10:11 WIB
Jakarta -

Satgas Madago Raya berhasil menembak mati pimpinan kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT), Ali Kalora. Satgas Madago Raya merupakan tim yang dibentuk khusus memburu Ali Kalora cs.

Awalnya, tim ini bernama Satgas Tinombala. Satgas ini mulai bergerak pada 2016 untuk memburu Santoso yang merupakan pendahulu Ali Kalora.

Kepala Satgas Operasi Tinombala Leo Bona Lubis mengatakan pemberian nama itu merujuk pada nama gunung tertinggi yang ada di Sulawesi Tengah.

"Karena salah satu gunung yang tertinggi di Sulawesi Tengah ini kan Gunung Tinombala. Seperti di Jawa Timur yang tertinggi itu Gunung Semeru, sesuai namanya, kita berharap ini menjadi kokoh, kuat," kata Leo saat dihubungi detikcom, Kamis (24/3/2016).

Sebanyak 2.000 personel dari unsur Polri dan TNI dikerahkan dalam Satgas Operasi Tinombala. Santoso akhirnya tewas pada 18 Juli 2016. Dia ditembak anggota Satgas Tinombala dari unsur Batalion Infanteri 515 Kostrad, Jember.

Namun, peran Santos sebagai pimpinan MIT digantikan oleh Ali Kalora. Puncaknya, pada 27 November 2020, Ali Kalora cs menjadi pelaku pembunuhan sadis empat orang keluarga di Dusun Lewonu, Desa Lembantongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.

Keempat korban tersebut adalah Yasa dan menantunya Pinu serta dua lainnya, Naka dan anaknya Pedi. Selain itu, kepolisian menyebutkan kelompok Ali Kalora mengambil juga stok beras hingga 40 kg dan membakar 6 rumah warga.

Simak Video: Setop Sebut Rumah Kami Kampung Janda

[Gambas:Video 20detik]