Kapal Frigate Dinilai Tak Disiapkan Spesifik Hadapi Ancaman di Natuna

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Minggu, 19 Sep 2021 06:53 WIB
Pemerhati Masalah Pertahanan, Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi
Khairul Fahmi (dok Pribadi)

Meski demikian, Fahmi menilai transfer teknologi untuk membangun kapal perang jenis Frigate adalah upaya pemerintah untuk memperkuat sistem pertahanan. Selain memperkuat sistem pertahanan, transfer teknologi juga memperkuat industri pertahanan dalam negeri.

"Menurut saya, yang lebih penting untuk digarisbawahi adalah bahwa kesepakatan yang diumumkan itu telah memperkuat klaim dan menunjukkan konsistensi pemerintah bahwa belanja impor alutsista tidak saja merupakan sebuah upaya membangun kapabilitas pertahanan negara yang memiliki efek deteren atau daya tangkal, modern dan profesional, namun juga memperhatikan aspek transfer dan adopsi teknologi, kemandirian industri pertahanan dan itikad mengubah skema belanja menjadi investasi pertahanan. Selain soal skenario ancaman, interoperability, kemudahan pemeliharaan, perawatan dan perbaikan serta kepentingan strategis lainnya," imbuhnya.

Prabowo Subianto sebelumnya menjawab ancaman kapal perang China di Laut Natuna dengan membawa pulang teknologi kapal perang canggih jenis Frigate tipe Arrowhead 140. Ini merupakan kerja sama pemerintah Indonesia dengan Inggris.

Menhan Prabowo SubiantoMenhan Prabowo Subianto (dok. Istimewa)

Hal itu diungkapkan oleh Ketua Harian Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad. Dia menyebut kapal ini merupakan yang tercanggih dari kapal perang yang ada.

"Frigate tipe Arrowhead 140 bikinan Inggris yang teknologinya dibawa pulang Prabowo adalah kapal perang ringan tercanggih yang ada sekarang," kata Dasco dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (18/9).

Dasco mengatakan kerja sama ini akan menciptakan ratusan kapal Frigate. Dia yakin, adanya kapal itu akan membuat China takut berkeliaran di Indonesia.

"Kesepakatan Prabowo dengan Angkatan Laut Kerajaan Inggris memberikan alih teknologi kepada PT PAL, produsen kapal laut Indonesia, untuk bisa memproduksi ratusan, bahkan ribuan Frigate canggih ini," ujarnya.

"Yakinlah angkatan laut China akan gemetar melihat Frigate tipe Arrowhead 140 berpatroli di lautan Indonesia, dan akan berpikir dua kali untuk wira-wiri di lautan Natuna lagi," lanjut Dasco.


(rfs/jbr)