Polisi Klarifikasi 6 Orang Terkait Pria Tewas Saat Live TikTok di Jaktim

Nahda Rizki Utami - detikNews
Sabtu, 18 Sep 2021 17:13 WIB
Lokasi pria tewas saat live TikTok di rusun di Jatinegara, Jakarta Timur, masih dipasangi garis polisi
Lokasi pria tewas saat live TikTok di rusun di Jatinegara, Jakarta Timur, masih dipasangi garis polisi. (Nahda Rizki Utami/detikcom)
Jakarta -

Polisi mengungkapkan adanya dugaan pembunuhan terkait tewasnya IS (29) saat live TikTok di Jatinegara, Jakarta Timur. Polisi telah meminta klarifikasi terhadap enam orang terkait kejadian tersebut.

"Penyidik masih melakukan penyelidikan terhadap enam orang yang sudah diklarifikasi," kata Kanit Reskrim Polsek Jatinegara AKP Tri Sambodo dalam keterangannya, Sabtu (18/9/2021).

Meski begitu, Tri mengungkapkan pihaknya belum bisa memberikan kesimpulan soal kematian korban apakah murni bunuh diri atau dibunuh. Tri mengatakan pihaknya saat ini masih menunggu hasil uji labfor terhadap barang bukti di lokasi kejadian.

"Untuk saat ini penyidik belum menyimpulkan ini kasus gantung diri atau pembunuhan karena masih menunggu hasil lab barang bukti yang ada serta hasil visum dan masih melakukan upaya pendalaman terhadap keterangan orang yang sudah diklarifikasi," jelas Tri.

Pihak Keluarga Ungkap Kejanggalan

Pihak keluarga mengungkap sejumlah kejanggalan kematian pria di Jatinegara, Jakarta Timur, saat live TikTok. Salah satunya kejanggalan posisi kaki kiri korban saat tergantung, seperti ada yang menariknya.

"Kejanggalan itu, walaupun di 15 detik, itu ada janggal juga. Jadi itu (ada) yang narik kaki kiri korban ke samping, bukan ke depan," kata pengacara keluarga korban, Dosma Roha Sijabat, saat dihubungi, Sabtu (18/9).

Pengacara juga mengungkap ada saksi di ruangan yang menyaksikan detik-detik korban sedang live saat itu. Pengacara menduga bunuh diri hanya sebuah setting-an para pelaku.

"Ada saksi pada saat lihat live di situ itu, ada orang di ruangan itu. Jadi ada satu setting-an di mana itu seakan-akan bunuh diri," kata Dosma.

Keluarga meyakini korban tewas bukan karena bunuh diri. Hal ini didasari dari adanya sejumlah kejanggalan yang terlihat dalam video saat korban live di ruangan tersebut.

Dosma juga mengungkap beberapa kejanggalan lainnya. Ia berharap polisi melakukan penyelidikan kasus secara mendalam agar peristiwa itu menjadi terang benderang.

(mea/mea)