LaNyalla Harap Festival Raja Nusantara 2021 Berjalan Sesuai Rencana

Khoirul Anam - detikNews
Jumat, 17 Sep 2021 23:26 WIB
Ketua DPD RI LaNyalla Mattalitti
Foto: DPD RI
Jakarta -

Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, berharap Festival Adat Nusantara (FAKN) 2021 berjalan sesuai rencana. Hal itu disampaikan LaNyalla saat menerima audiensi perwakilan Majelis Adat Kerajaan Nusantara (MAKN), di Lantai VIII Gedung Nusantara III Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (16/9/).

Pada pertemuan itu, ia didampingi oleh Senator Dapil Lampung, Bustami Zainuddin dan Ahmad Bastian, serta Sekretaris Jenderal DPD, Rahman Hadi. Sementara dari MAKN dihadiri oleh Sekretaris Jenderal RA Yani WSS Koeswodidjoyo yang juga Pengageng Kesultanan Sumenep, didampingi Donna Conny Nisnoni Putri Raja Kupang L Nisnoni dan Ketua Tim Pokja Kerajaan Nusantara Dr. Yurisman Star.

Diketahui, FAKN 2021 akan digelar pada 28-30 September di Keraton Sumedang Larang, yang juga menjadi Museum Prabu Geusan Ulun di Regol Wetan, Sumedang Selatan, Sumedang, Jawa Barat.

LaNyalla mengaku, pihaknya siap memberikan dukungan penuh agar pertemuan yang akan dihadiri raja-raja dari seluruh Nusantara berjalan tanpa halangan.

"Kegiatan itu harus berjalan sesuai aturan yang ada. Kami mendukung penuh festival ini," tuturnya dalam keterangan tertulis, Jumat (17/9/2021).

Menurut LaNyalla, sebagai perwakilan daerah, DPD berkepentingan untuk melestarikan keraton dan kerajaan di Nusantara. Eksistensi keraton dan kerajaan harus didukung agar dapat bertahan di tengah perubahan yang terjadi.

"Festival ini adalah satu cara dan upaya untuk melestarikan kebudayaan luhur di daerah yang dimiliki oleh keraton dan kerajaan di Nusantara ini. Melalui kegiatan ini eksistensi keraton dan kerajaan akan terawat dengan baik," papar LaNyalla.

Senator asal Jawa Timur itu melanjutkan, keberlangsungan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tak bisa dilepaskan dari peranan kerajaan-kerajaan yang tersebar di seluruh Indonesia. Oleh karena itu, kata dia, negara mengakui dan memberikan tempat yang khusus bagi keberadaan kerajaan di Nusantara sebagaimana yang diamanatkan dalam UUD 1945 Pasal 18B ayat 2.

"Kearifan lokal dan khasanah budaya harus kita pertahankan. Bukan hanya secara kasat mata, namun lebih kepada mental dan emosional, sehingga kita akan tetap berpegang teguh pada budaya yang kita miliki," tuturnya.

Sebagai representasi daerah, LaNyalla menegaskan, DPD berkepentingan mendorong pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk memperhatikan, menghormati, dan melindungi kerajaan Nusantara sebagai pondasi dari Indonesia.

"Karena itu, DPD RI berencana menggelar Pertemuan Raja dan Sultan se-Nusantara untuk menyuarakan kepentingan dan eksistensi kerajaan Nusantara sebagai bagian dari penguat dan pengikat nilai kebudayaan dan sejarah kelahiran Indonesia," tegasnya.

Dalam laporannya, Yani WSS Koeswodidjoyo mengatakan, meski akan dihadiri raja dan sultan, protokol kesehatan pada masa pandemi COVID-19 ini akan dijaga dengan baik.

"Untuk itu, kami tidak melaksanakan festival yang glamour yang melibatkan banyak orang, tetapi lebih kepada substansinya. Sejauh ini yang sudah mengonfirmasi kehadiran sebanyak 32 dari 56 kesultanan dan kerajaan se-Nusantara. Itu perwakilan yang besar-besar saja," tutur dia.

Ia juga mengucapkan terima kasih atas dukungan penuh yang diberikan DPD dalam penyelenggaraan kegiatan ini.

"Dukungan dan perhatian DPD RI, terutama Pak Ketua LaNyalla itu amat luar biasa bagi kami. Kami berharap dukungan ini terus diberikan sehingga eksistensi kerajaan dan keraton di Nusantara ini semakin diperkuat," harapnya.

(ega/ega)