Pembelajaran Tatap Muka di Pesantren Dibuka, Ini Kata Satgas IDI

Nurcholis Maarif - detikNews
Jumat, 17 Sep 2021 19:04 WIB
Pelaksanakan vaksinasi  COVID-19 tak hanya diberikan kepada masyarakat. Serbuan vaksinasi dari Kodim 0724/Boyolali juga menyasar pondok pesantren.
Foto: Ragil Ajiyanto
Jakarta -

Pembukaan pesantren di tengah pandemi COVID-19 dapat dilakukan. Syaratnya, para santri dan pengasuh sudah divaksin dan seluruh protokol kesehatan diterapkan secara ketat.

Ketua Satuan Tugas COVID-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof. Zubairi Djoerban mengatakan sudah 75 juta orang menerima vaksinasi dosis pertama hingga 15 September 2021. Ia mengingatkan orang dengan banyak komorbid atau penyakit penyerta justru semakin memerlukan vaksin.

Vaksinasi hanya perlu ditunda selama kondisi tubuh belum memungkinkan. Hal itu diucapkannya dalam Istighotsah Nahdlatul Ulama dan Penguatan Informasi COVID-19 di Indonesia.

"Kondisi membaik, tetapi harus tetap waspada. Silahkan buka pesantren. Selama memenuhi prokes," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (17/9/2021).

"Silahkan konsultasi ke fasilitas kesehatan. Siapa yang belum vaksinasi, secepatnya daftar. Karena semakin mudah. Pada prinsipnya, dalam kondisi pandemi, yang terbaik adalah yang di dekat kita," imbuhnya.

Ia mengutip Majelis Ulama Indonesia yang menegaskan kembali bahwa vaksin halal dan boleh dipakai. Mencegah penyebaran COVID-19 juga dinyatakan sebagai ibadah, Ketua Bidang Dakwah MUI KH Cholil Nafis mengatakan sangat jelas bahwa semua penyakit ada obatnya. COVID-19 pun tidak lepas dari hal itu.

MUI telah meneliti seluruh 9 vaksin yang diizinkan beredar di Indonesia. Ada vaksin yang dipastikan halal dan suci sejak proses awal hingga akhir. Di sisi lain, ada vaksin yang bersentuhan dengan zat haram selama prosesnya. Meski demikian, MUI berpendapat vaksin-vaksin itu tetap boleh digunakan.

"Bukan diubah dari haram menjadi halal, melainkan dibolehkan," kata dia.

Kebolehan itu didasarkan pada kondisi darurat. Vaksin yang dipastikan halal dari awal sampai akhir hanya bisa mencukupi sebagian kebutuhan vaksin. Oleh karena itu, vaksin lain diperlukan untuk memenuhi target vaksinasi.

KH Cholil Nafis mengingatkan Islam sangat menganjurkan menghindari bahaya, bahkan pencegahan penyebaran COVID-19 termasuk ibadah bagi muslim karena menghindari bahaya bagi lingkungan sekitarnya.

Seperti Zubairi, KH Cholil Nafis sepakat bahwa pesantren perlu dibuka. Sebab, pesantren dan pengasuhnya diisolasi dalam suatu tempat. Mereka tidak berinteraksi dengan pihak di luar pesantren.

(ncm/ega)