Syarat bagi Madrasah & Pesantren Gelar PTM Terbatas

Erika Dyah Fitriani - detikNews
Jumat, 10 Sep 2021 17:05 WIB
Siswa di Madrasah Ibtidiyah (MI) Mathlaul Anwar, Lebak, Banten, belajar di tenda. Hal itu terjadi karena bangunan sekolah rusak akibat diterjang banjir bandang.
Foto: Antara Foto/Muhammad Bagus Khoirunas
Jakarta -

Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas mulai dilakukan di berbagai daerah dengan status PPKM Level 1-3. Tak hanya sekolah umum seperti SD/SMP/SMA/SMK, penyelenggaraan PTM terbatas juga dibolehkan untuk lingkungan madrasah, pesantren, atau lembaga pendidikan keagamaan Islam berasrama maupun tidak berasrama.

Adapun untuk pelaksanaannya diwajibkan untuk memperhatikan kebijakan pemerintah tentang PPKM dan mengacu pada ketentuan dalam SKB Empat Menteri.

"Dalam pelaksanaannya, madrasah, pesantren, serta lembaga pendidikan keagamaan Islam berasrama maupun tidak berasrama, harus berkoordinasi dengan Satuan Tugas COVID-19 daerah dan fasilitas pelayanan kesehatan atau dinas kesehatan setempat," ujar Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Ali Ramdhani dikutip dari situs Satgas COVID-19, Jumat (10/9/2021).

Untuk pelaksanaan PTM Terbatas Tahun Pelajaran 2021/2022, Madrasah juga diwajibkan untuk mendapat rekomendasi 'Siap Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas' dari Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota.

Sementara untuk pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan Islam berasrama maupun tidak berasrama, satuan pendidikan, penyelenggaraannya juga harus dikoordinasikan dengan Satgas COVID-19 daerah dan faskes/dinkes setempat untuk memastikan lingkungan dan asrama/fasilitas pembelajaran telah memenuhi standar protokol kesehatan. Surat rekomendasi dari Satgas COVID-19 setempat juga dibutuhkan untuk penyelenggaraan PTM terbatas di lingkungan Pesantren serta Lembaga Pendidikan Keagamaan Islam lainnya.

Jika persyaratan tersebut tidak dapat dipenuhi, pesantren dan lembaga pendidkan keagamaan Islam tidak diizinkan untuk melaksanakan PTM terbatas dan dianjurkan untuk tetap melakukan pembelajaran jarak jauh. Hal yang sama juga berlaku jika satuan pendidikan tidak melaksanakan ketentuan SKB Empat Menteri.

Selain satuan pendidikan madrasah (RA, MI, MTs, dan MA/MAK) juga bertugas dan bertanggung jawab untuk memastikan semua warga madrasah sudah mengisi daftar periksa kesiapan PTM terbatas. Baik itu, peserta didik, guru/pendidik, dan tenaga kependidikan. Satuan pendidikan juga wajib mengisi formulir dengan keadaan sebenarnya untuk Tahun Ajaran 2021-2022 melalui laman https://siapbelajar.kemenag.go.id.

Adapun pengisiannya dapat dilakukan secara berkala dengan menyesuaikan perkembangan kondisi di lingkungan madrasah nantinya.

Jika semua ketentuan yang telah disebutkan sudah dipenuhi, madrasah, pesantren, dan lembaga pendidikan keagamaan Islam dapat mulai melaksanakan PTM terbatas segera. Kendati demikian, orang tua peserta didik tetap dapat memilih PTM terbatas atau pembelajaran jarak jauh/belajar dari rumah bagi anaknya.

(prf/ega)