Panglima TNI: PPKM Level IV Turunkan Kasus COVID-19 di Jambi

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 17 Sep 2021 17:56 WIB
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto pimpin rapat Forkopimda Jambi
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto memimpin rapat Forkopimda Jambi. (Foto: dok. Puspen TNI)
Jambi -

Kasus positif COVID-19 di Jambi menurun. Salah satu penyebabnya adalah penerapan PPKM level 4.

"Hal tersebut tentunya buah kerja keras dari semua pihak yang terus bersinergi dan berkolaborasi tanpa mengenal lelah untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19 di Jambi," kata Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dikutip detikcom dari keterangan tertulis Pusat Penerangan (Puspen) TNI, Jumat (17/9/2021).

Hadi menyampaikan hal tersebut saat memimpin dialog dengan Forkopimda Kota Jambi dan kabupaten/kota se-Provinsi Jambi bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di kantor Gubernur Jambi.

Panglima TNI berterima kasih akan hal ini. Menurutnya, penanganan pandemi membutuhkan partisipasi aktif semua pihak, termasuk masyarakat.

"Disiplin prokes yang tinggi dan akselerasi vaksinasi, maka tren kasus konfirmasi mengalami penurunan," ucapnya.

"Saat ini Provinsi Jambi mengalami perbaikan dalam penanganan pandemi, yang ditandai dengan tren penurunan kasus konfirmasi, perawatan, dan kematian," imbuh Hadi.

Meski jumlah kasus positif menurun, Hadi mengingatkan pemerintah daerah untuk cermat melihat perkembangan. "Namun kita perlu terus mencermati perkembangan data riil dan fakta-fakta di lapangan," sambung Hadi.

Hadi menjelaskan keputusan dalam penanganan pandemi wajib didasari data riil dan faktual di lapangan. Hadi juga meminta penelusuran kontak erat atau tracing terus ditingkatkan hingga mencapai rasio 1:15, sesuai standar pemerintah pusat.

"Termasuk vaksinasi dan fasilitas isoter yang didukung dengan ketersediaan tenaga kesehatan, obat, oksigen dan layanan yang baik guna menekan angka kematian," terang Hadi.

"Bila itu tidak berhasil, perekonomian akan sulit bangkit dan masih akan ada banyak orang yang menjadi korban. Pelaksanaan evaluasi secara berkala juga harus dilakukan, sehingga bisa memperbaiki sisi penanganan yang kurang optimal," tambah dia.

Kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan pelaksanaan serbuan vaksinasi COVID-19 di Ratu Convention Center Jambi dengan target vaksinasi sebanyak 2.000 orang. Sasaran vaksinasi adalah masyarakat umum, mahasiswa, dan remaja usia 12-17 tahun.

(aud/hri)