Cari Bukti Baru, Polisi Kembali Olah TKP Kebakaran Lapas Tangerang

Yogi Ernes - detikNews
Jumat, 17 Sep 2021 17:26 WIB
Foto suasana Blok C2 pascakebakaran di Lapas Dewasa Klas 1 Tangerang, Tangerang, Banten, Rabu (8/9/2021). Sebanyak 41 warga binaan tewas akibat kebakaran yang membakar Blok C 2 Lapas Dewasa Tangerang Klas 1 A pada pukul 01.45 WIB Rabu dini hari. ANTARA FOTO/Handout/Bal/aww.
Penampakan sisa-sisa kebakaran Lapas Tangerang (Foto: dok. ANTARA FOTO)
Jakarta -

Polisi kembali melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) terkait kasus kebakaran Lapas Tangerang. Olah TKP kembali dilakukan polisi untuk mencari bukti-bukti baru.

"Pagi tadi kita lakukan olah TKP lagi bersama tim Labfor untuk bisa mengumpulkan beberapa bukti baru dan alat-alat bukti yang lain," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (17/9/2021).

Selain melakukan olah TKP, hari ini polisi memeriksa kembali saksi-saksi. Tercatat ada tujuh orang saksi yang diperiksa polisi.

"Ada tujuh saksi petugas Lapas yang kita lakukan pemeriksaan kembali di Polda Metro Jaya, baik itu perwira piket maupun anggota piket," ujar Yusri.

Yusri kemudian memerinci soal ketujuh petugas Lapas tersebut. Petugas itu mulai dari komandan dan anggota dari petugas P2U (Pengamanan Penjaga Pintu Utama) Lapas, hingga petugas di dapur.

"Ada satu yang juga kita mengharapkan panggilan hari ini tetapi ditunda karena yang bersangkutan dalam kondisi sakit. Ini adalah Polsuspas-nya (polisi khusus lapas)," beber Yusri.

Sementara itu, Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat menambahkan, terkait olah TKP yang dilakukan pagi hari tadi, hal itu dilakukan pihaknya untuk menguatkan sejumlah temuan yang telah diperoleh dari hasil pemeriksaan laboratorium.

"Ini bukan pengolahan ulang, tapi lebih pada mendeteksi kekurangan hasil pemeriksaan dari Laboratorium Forensik dan bukti, SOP, dan sebagainya," ujar Tubagus.

Menurut Tubagus, penyidikan kasus kebakaran Lapas Kelas I Tangerang telah memasuki tahap akhir. Pekan depan pihaknya akan mengumumkan hasil penyidikan kasus tersebut.

"Gelar perkara yang akan datang bisa minggu depan, hari Senin atau Selasa kami bisa melakukan gelar perkara untuk menentukan tersangka," pungkas Tubagus.

(ygs/mea)