Lukas Enembe Sampaikan Dukacita Nakes Dibantai KKB Lewat Jubir

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 17 Sep 2021 16:54 WIB
Teroris KKB menyerang TNI-Polri hingga membakar fasilitas umum seperti SD hingga puskesmas di Kabupaten Pegunungan Bintang. Seorang mantri dilaporkan hilang. (Dok Polda Papua)
Teroris KKB menyerang TNI-Polri hingga membakar fasilitas umum seperti SD hingga puskesmas di Kabupaten Pegunungan Bintang. Seorang mantri dilaporkan hilang. (Foto: dok. Polda Papua)

KKB Serang-Bakar Puskesmas

Pada Senin (13/9) sekitar pukul 07.00 WIT, para nakes Puskesmas Kiwirok mendapat informasi bahwa teroris KKB akan menyerang TNI-Polri. Saat itu para nakes diminta tetap tenang dan bersiaga untuk langsung memberi perawatan korban luka dari penyerangan itu.

Pada pukul 09.00 WIT, baku tembak TNI-Polri dengan teroris KKB mulai terjadi. Sementara itu, para nakes tetap bersiaga di puskesmas.

"Jadi kami nakes tidak berpikir takut karena sudah ada pernyataan KKB untuk membantu mereka kalau ada yang terluka saat terjadi kontak tembak dengan TNI," ungkap seorang nakes yang berhasil selamat, Marselinus Ola Attanila.

Tapi pernyataan teroris KKB yang sebelumnya menjamin keamanan nakes ternyata hanya bohong belaka. Sekitar pukul 09.05 WIT, anggota teroris KKB langsung menyerang puskesmas, kaca-kaca dipecahkan dan langsung disiram bensin lalu dibakar.

"Pada pukul 09.10 WIT, mereka semakin brutal. Mereka masuk ke dalam barak dokter dan menyerang petugas, sehingga para nakes memilih keluar dari barak dokter secara kocar-kacir," ungkap Marselinus.

Melihat para nakes melarikan diri dari puskesmas yang terbakar, anggota teroris KKB langsung mengejar mereka.

"(Nakes) Lukas bersama Suster Siti, Dokter Geral lari ke arah Mado, lalu dihadang teroris KKB dan dipukuli dengan balok, kemudian digiring ke jurang dan ditendang jatuh ke jurang," imbuhnya.

Sementara itu, Marselinus bersama tiga rekan wanitanya yang juga nakes berlari dari puskesmas menuju rumah warga. Namun teroris KKB yang memegang senjata semakin dekat dengan mereka.

"Akhirnya kami lari ke belakang rumah (warga), tetapi terdapat jurang yang cukup terjal dengan kedalaman 500 meter, saya mengajak ketiga suster untuk melompat ke jurang dan saya lebih dulu melompat, kemudian disusul tiga suster," kata Marselinus.

Marselinus bersama tiga nakes wanita lainnya awalnya sudah merasa aman saat berada di dalam jurang. Namun ternyata para teroris KKB tetap mengejar mereka dengan langsung turun ke dalam jurang.

"Kemudian ketiga suster ini ditelanjangi dengan cara merobek pakaiannya dengan parang. Setelah ditelanjangi, kemudian dianiaya secara tidak manusiawi. Paha mereka ditikam, muka ditonjok, dan pelecehan seksual hingga pingsan. Akhirnya ditinggalkan, karena mungkin dikira sudah mati, sehingga didorong lagi ke dalam jurang yang lebih dalam sekitar 300 meter," lanjutnya.

Seorang suster akhirnya tewas akibat penganiayaan yang dilakukan teroris KKB tersebut.

"Demikian juga dokter Geral Sukoi didorong ke jurang dan hingga saat ini belum ditemukan. Kami berada dalam jurang selama 3 hari dan pelan-pelan kemudian naik ke atas dan ditemukan anggota TNI dan satu per satu dari nakes bisa terselamatkan oleh TNI," katanya.

Sehari setelahnya, Selasa (14/9), KKB melakukan pembakaran di Distrik Okhika. Adapun bangunan yang dibakar ialah Puskesmas Okhika, perumahan nakes, rumah kepala puskesmas, bangunan SD dan SMP, rumah guru, serta balai kampung.

Pelayanan publik di Distrik Kiwirok dan Distrik Okhika saat ini berdampak pascapembakaran yang dilakukan KKB.


(jbr/tor)