Menlu Tekankan Pentingnya Berbagi Dosis Vaksin untuk Tangani Pandemi

Angga Laraspati - detikNews
Jumat, 17 Sep 2021 15:49 WIB
Menlu RI Retno Marsudi
Foto: Dok. Istimewa
Jakarta -

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menekankan pentingnya mekanisme berbagi dosis atau dose-sharing vaksin COVID-19 dalam menangani pandemi global. Apalagi, saat ini pasokan vaksin global masih langka.

"Dose-sharing sangat penting dalam mengatasi situasi darurat pandemi saat ini, di mana pasokan vaksin global masih langka, saat di mana kesenjangan akses vaksin masih lebar," ujar Retno dilansir dari setkab.go.id, Jumat (17/9/2021).

Terkait kesenjangan tersebut, Retno menuturkan kerja sama vaksin multilateral COVAX telah menyampaikan tidak dapat memenuhi target pengiriman dua miliar dosis vaksin hingga akhir tahun ini dan menetapkan tenggat waktu terbaru menjadi kuartal pertama tahun 2022.

Adapun Retno memaparkan arti penting dose-sharing juga digarisbawahi oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Badan Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam pertemuan dengan Menteri Kesehatan negara-negara anggota G20, 5 September lalu. Tedros menyebutkan, tiga langkah luar biasa diperlukan saat ini untuk mengatasi kelangkaan dan kesenjangan vaksin.

"Pertama, queue swapping atau pertukaran antrian dosis antara negara dengan tingkat vaksinasi tinggi dengan [negara dengan tingkat vaksinasi] rendah, termasuk melalui COVAX Facility, kedua mempercepat realisasi dose-sharing, dan yang ketiga transfer teknologi dan know how untuk mendukung produksi vaksin di kawasan lain," kata Retno.

Lebih lanjut, Retno mengapresiasi komitmen berbagi dosis dari sejumlah negara sahabat. Pada hari ini, Jumat (17/9/2021) dan kemarin, Kamis (16/9/2021) Indonesia menerima pengiriman 2,6 juta dosis vaksin Pfizer dukungan dose-sharing dari AS dan 968 ribu dosis vaksin AstraZeneca dukungan dose-sharing dari Prancis.

"Dose-sharing dari Amerika Serikat dan Perancis ini selain mencerminkan kuatnya kemitraan Indonesia dengan Amerika Serikat dan Perancis, juga merupakan wujud komitmen semua negara untuk terus berkolaborasi menghadapi pandemi ini," ungkap Retno.

Pada kesempatan itu, Retno juga menegaskan upaya pemerintah untuk mengamankan kebutuhan vaksin nasional akan terus diperkuat untuk memenuhi target yang sudah ditetapkan oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). Pemerintah menargetkan untuk melakukan vaksinasi terhadap 208 juta penduduk guna mencapai kekebalan komunal atau herd immunity dalam menghadapi pandemi COVID-19.

"Berbagi terobosan akan terus dilakukan dan Indonesia siap bekerja sama dengan negara dan pihak manapun untuk mengamankan pasokan vaksin nasional dalam jangka pendek dan mengembangkan produksi vaksin lokal untuk jangka panjang," tegasnya.

(akn/ega)