Pria di Jaksel Diviralkan Palak Sopir Angkot, Begini Faktanya

Yogi Ernes - detikNews
Kamis, 16 Sep 2021 13:07 WIB
Ilustrasi pungli
Ilustrasi (Basith Subastian/detikcom)
Jakarta -

Sebuah video viral memuat adanya dugaan aksi premanisme yang terjadi di Jakarta Selatan. Pelaku diduga melakukan pemalakan kepada sopir angkot yang melintas di lokasi.

Peristiwa itu terjadi di Jl Margasatwa, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada Rabu (15/9). Di video itu terlihat seorang pria berambut sebahu memberhentikan angkot dan mengambil uang dari sopir angkutan kota (angkot).

Iuran Koperasi

Kapolsek Pasar Minggu Kompol Bambang Handoko mengatakan terduga pelaku telah diamankan pihaknya kemarin sore. Namun, hasil pemeriksaan tidak menunjukkan pelaku terlibat dalam aksi premanisme.

"Jadi setelah kita lakukan pengamanan dan pemeriksaan itu timer biasa. Jadi istilahnya seperti uang iuran koperasi untuk membantu apabila para pengemudi itu dalam perjalanannya kena tilang. Nah mereka yang ambil dan urus tilangnya. Jadi bukan pungli," kata Bambang saat dihubungi, Kamis (16/9/2021).

Pria yang diamankan itu diketahui berinisial SK alias Jabrik. SK mengaku tidak pernah melakukan aksi pemalakan kepada para sopir angkutan kota yang melintas di lokasi.

"Setelah kita periksa sopir ternyata nggak ada unsur paksaannya. Uang Rp 2 ribu itu kayak uang iuran koperasi," jelas Bambang.

Dari pemeriksaan diketahui SK bekerja bersama pria inisial T. Keduanya merupakan anggota koperasi angkot. Tindakan SK dalam video yang terlihat mengambil uang sopir adalah pengambilan uang iuran koperasi sopir angkot semata.

"Itu kan inisialnya SK panggilannya si Jabrik itu dia ngambilin uang Rp 2 ribu ke T. Nah si T itu kerjaannya kalau ada sopir yang ketilang baik oleh Dishub atau lalin dia yang urus ke pengadilan ngambil surat-suratnya. Jadi bukan pungli-pungli dipaksa," terang Bambang.

Usai tidak ditemukan pelanggaran pidana, polisi pun menyerahkan SK ke pihak pemerintah daerah untuk dilakukan pembinaan. Bambang menyebut tidak ada unsur premanisme yang terbukti dari tindakan SK tersebut.

"Kita kan juga cari informasi ke warga-warga. Yang dikatakan pos itu justru tempat si SK beli rokok, warung itu yang di video itu. Tidak ada premanisme jadinya," pungkas Bambang.

(ygs/mea)