Polisi Bongkar Makam Anak Dicekoki Garam 2 Liter demi Pesugihan Pekan Depan

Muhammad Taufiqqurrahman - detikNews
Kamis, 16 Sep 2021 13:06 WIB
Mapolda Sulsel (Hermawan/detikcom).
Mapolda Sulsel (Hermawan/detikcom)
Gowa -

Kepolisian bersama RS Bhayangkara Sulsel berencana mengautopsi jenazah DS, kakak dari AP, yang jadi korban pesugihan orang tuanya. Kematian DS oleh kepolisian diduga tidak wajar karena dicekoki garam 2 liter demi pesugihan.

"Iy sementara dikoordinasikan dengan pihak keluarga dan medis tentunya. Informasi yang saya dapat itu kemungkinan Senin (depan) atau lebih jelasnya pekan depan," kata Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol E Zulpan kepada wartawan, Kamis (16/9/2021).

Berdasarkan keterangan saksi yang sampai saat ini berjumlah 9 orang, terungkap DS yang meninggal diduga karena adanya tindak kekerasan kepada dia. DS meninggal sehari sebelum AP juga mendapatkan kekerasan dari orang tua kandungnya.

"Tentunya kaitannya berkaitan dengan meninggalnya DS, anaknya yang lain itu kan meninggal sehari sebelum AP dicungkil matanya. Informasi dari berbagai pihak, termasuk saksi yang diperiksa kan 9 ada yang mengatakan dipaksa minum air garam kurang lebih 2 liter. Jadi indikasi diakibatkan ke arah kekerasan untuk memastikan, dilakukan pembongkaran," terang dia.

Zulpan menambahkan pihaknya saat ini juga masih melakukan penelusuran soal dari mana orangtua AP mendapatkan pengetahuan tentang pesugihan ini. Hal ini masih didalami penyidik.

"Ini belum. kita harap Polres Gowa kita harapkan bekerja keras untuk ungkap semua," ucapnya.

Sementara itu, AP saat ini telah berada di rumah aman yang telah disiapkan oleh Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman. AP juga akan mendapatkan perawatan yang disiapkan oleh Pemda Gowa, khususnya bagian Perlindungan Perempuan dan Anak.

(tfq/nvl)