7 Pernyataan Menggelegar Letjen Dudung: Soal FPI hingga 'Semua Agama Benar'

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 16 Sep 2021 12:52 WIB
Pangkostrad Letjen Dudung Abdurachman
Pangkostrad Letjen Dudung Abdurachman (Foto: Dok Kostrad)
Jakarta -

Pernyataan Letjen Dudung Abdurachman tentang semua agama benar di mata Tuhan memantik kontroversi. Jauh sebelum itu, jejak Dudung sebagai perwira tinggi TNI AD kerap menyita perhatian masyarakat.

Dirangkum detikcom, Kamis (16/9/2021), nama Dudung Abdurachman mulai dikenal luas oleh masyarakat setelah menjabat Pangdam Jaya. Atas kinerjanya di Kodam Jaya, Dudung kemudian diorbitkan menjadi Pangkostrad dan resmi menyandang bintang tiga. Berikut ini jejaknya.

1. Soroti Tabur Bunga Gatot dkk

Saat menjabat Pangdam Jaya, Dudung menyoroti acara tabur bunga di TMP Kalibata Jakarta Selatan yang dihadiri mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo. Acara tabur bunga Gatot dkk itu diketahui sempat diwarnai kericuhan.

"Terkait peristiwa pada tanggal 30 September 2020 di TMP Kalibata, kami mendengar informasi bahwa dari Purnawirawan Pengawal Kedaulatan Negara (PPKN) membuat surat untuk izin melaksanakan ziarah di TMP. Kemudian surat itu ditunjukkan ke Kemensos. Namun, dari Kemensos tidak diizinkan dengan alasan karena COVID-19," kata Dudung di Makodam Jaya, Jalan Mayjen Sutoyo, Cililitan, Jakarta Timur, Kamis (1/10/2020).

Bukan hanya tidak mengantongi izin dari Kemensos, acara tabur bunga itu juga tidak diketahui oleh Persatuan Purnawirawan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Pepabri). Karena itu, Dudung mengingatkan para purnawirawan TNI tetap waspada.

"Saya konfirmasi kepada Pepabri ternyata kegiatan kemarin tidak ada konfirmasi kepada Jenderal (Purn) Agum Gumelar sebagai Ketua Pepabri, sehingga akhirnya bapak-bapak purnawirawan kemarin untuk mewaspadai dengan informasi-informasi yang memanfaatkan purnawirawan untuk kepentingan pribadi," jelas Dudung.

2. Demo Omnibus Law

Dudung juga tampil dalam pengamanan demonstrasi tolak omnibus law UU Cipta Kerja. Saat itu Dudung mengungkap soal massa dari luar kota ini hendak berunjuk rasa karena dijanjikan imbalan uang.

"Seratusan lebih. Yang saya kemarin tahu ya, dari Subang, Banten, Tangerang, kemudian Pamanukan, itu saja. Tapi kan itu yang kami amankan sebelum demo mulai," kata Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman kepada detikcom, Sabtu (10/10/2020).

"Itu orang-orang nggak sekolah semua rata-rata. Bukan, kalau buruh malah nggak ada justru. (Mereka) pengangguran, preman-preman," sambung dia.

Dudung menuturkan preman dan pengangguran ini mendapat instruksi dari grup WhatsApp yang mereka ikuti. Penggerak massa menjanjikan uang akan diberikan seusai demo.

"Dia itu di WhatsApp Group-nya dijanjikan akan dikasih uang setelah demo selesai," ujar Dudung.

3. Dudung Perintahkan Pencopotan Baliho FPI-HRS

Saat menjabat Pangdam Jaya, Dudung juga memerintahkan jajarannya untuk mencopot baliho FPI dan Habib Rizieq Shihab (HRS).

"Ada berbaju loreng menurunkan baliho Habib Rizieq itu perintah saya. Karena berapa kali Pol PP menurunkan, dinaikkan lagi. Perintah saya itu," kata Mayjen Dudung, Jumat (20/11/2020).

Dudung menegaskan ada aturan yang harus dipatuhi terkait pemasangan baliho. Ia meminta tidak ada pihak yang seenaknya sendiri dan merasa paling benar.

"Kalau siapa pun di republik ini, ini negara hukum, harus taat kepada hukum. Kalau masang baliho udah jelas ada aturannya, ada bayar pajak, dan tempat ditentukan. Jangan seenaknya sendiri, seakan-akan dia paling benar, nggak ada itu. Jangan coba-coba pokoknya," tegasnya.

Simak juga 'Mayjen Dudung Abdurachman Diangkat Jadi Pangkostrad':

[Gambas:Video 20detik]