Ketua DPRD DKI ke Cawalkot Jakbar-Jaksel: Jangan Jadi Kacung Pengembang

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Kamis, 16 Sep 2021 11:09 WIB
Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi (kiri) menjawab pertanyaan wartawan di Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Kamis (13/2/2020). Kedatangan Prasetyo Edi tersebut untuk mengonfirmasi surat dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kepada Menteri Sekretaris Negara yang juga Ketua Komisi Pengarah Pembangunan Kawasan Medan Merdeka Pratikno yang menyatakan telah mendapatkan rekomendasi dari Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) DKI Jakarta untuk menggelar formula E 2020 di kawasan Monas namun ternyata belum ada rekomendasi dari TACB. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/wsj.
Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio. (Foto: ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN)
Jakarta -

DPRD DKI Jakarta menyetujui dua nama yang diajukan Gubernur Anies Baswedan sebagai Wali Kota Jakarta Barat dan Wali Kota Jakarta Selatan. Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi berpesan agar kedua wali kota terpilih harus tegas ke pengembang.

"Wali kota jangan jadi kacungnya pengembang, harus tegas. Kalau dia punya kewajiban ya tagih, walaupun itu teman saya," kata Prasetyo, Kamis (16/9/2021).

Prasetyo awalnya menyoroti dua kota administrasi tersebut memiliki persoalan yang hampir sama. Misalnya, menurut dia, soal kewajiban pengembang untuk menyerahkan fasilitas sosial (fasos) dan fasilitas umum (fasum) kepada Pemprov DKI.

"Jadi untuk tugas wali kota ini perannya yang harus terlihat. Jangan mengkhayal untuk pembangunan," tegasnya.

Persoalan selanjutnya adalah manajemen aset DKI Jakarta. Politikus PDIP itu menilai inventarisasi aset selalu bermasalah jika merujuk pada laporan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

"Ini yang harus dibereskan. Pengembang besar-besar memang, tapi kita jangan takut karena kita taat konstitusi," jelasnya.

Sebagaimana diketahui, Komisi A DPRD DKI Jakarta menilai dua nama yang diajukan Gubernur Anies Baswedan layak menjadi wali kota di dua wilayah Jakarta. Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta Mujiyono menyebut hal ini berdasarkan hasil uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test.

Adapun dua nama yang diajukan adalah Yani Wahyu Purwoko untuk Wali Kota Jakarta Barat dan Munjirin sebagai Wali Kota Jakarta Selatan.

"Setelah itu gimana, layak atau nggak? Kami sepakat bahwa dua orang itu layak menjadi calon Wali Kota Jakarta Barat dan Selatan," kata Mujiyono saat dimintai konfirmasi, Rabu (15/9/2021).

Mujiyono mengatakan selanjutnya pimpinan DPRD DKI Jakarta akan bersurat ke Anies. Surat tersebut berisikan rekomendasi pengangkatan Yani dan Munjiri menjadi Wali Kota Jakbar dan Jaksel.

"Setelah fit proper test pimpinan akan merekomendasikan atas surat pak gubernur untuk menjawab hasil dari ini," ujarnya.

"Tetap (saat ini) dalam kapasitas calon wali kota loh ya. Yang membuat dia sah sebagai wali kota ya gubernur," sambungnya.

(idn/idn)