Polisi Belum Temukan Unsur Kesengajaan di Kebakaran Kilang Minyak Balongan

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Kamis, 16 Sep 2021 10:56 WIB
Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto
Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto (Farih Maulana Sidik/detikcom)
Jakarta -

Bareskrim Polri menyebut belum ada unsur kesengajaan dalam kebakaran kilang Pertamina di Balongan. Sejauh ini, kata polisi, hasil laboratorium menunjukkan penyebab kebakaran cenderung karena faktor alam.

"Sejauh ini berdasarkan hasil laboratorium belum ditemukan unsur kesengajaan, lebih mengarah kepada faktor alam," ujar Kabareskrim Komjen Agus Andrianto saat dimintai konfirmasi, Kamis (16/9/2021).

Agus mengatakan pihaknya mengacu pada hasil pemeriksaan berdasarkan temuan di laboratorium. Pemeriksaan di laboratorium diketahui untuk mencari titik awal api dari terbakarnya kilang minyak Pertamina itu.

"Kita kan mendasari hasil pemeriksaan laboratorium untuk tahu penyebab kebakaran atau titik awal api," tuturnya.

Sementara itu, kata Agus, gelar perkara kasus kebakaran kilang minyak Pertamina di Balongan bakal segera dilakukan. Penyidik Polda Jabar akan menyambangi Mabes Polri untuk bersama-sama melakukan gelar perkara.

"Penyidik Polda Jabar akan gelar (perkara) di Mabes. Kita tunggu suratnya dari Polda Jabar," imbuh Agus.

Sebelumnya, Bareskrim Polri menaikkan status kasus kebakaran kilang minyak Pertamina Balongan, Indramayu, ke tahap penyidikan. Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono mengatakan adanya unsur pidana yang mengakibatkan kebakaran.

"Pada tanggal 16 April 2021 kemarin dilakukan gelar perkara terhadap peristiwa tersebut. Dan kesimpulan dari gelar perkara tersebut adalah telah ditemukan adanya tindak pidana pada peristiwa tersebut sehingga perkara tersebut dinaikkan pada tahap penyidikan," ujar Rusdi dalam jumpa pers di Mabes Polri, Rabu (21/4).

Adapun kasus ini masuk ke laporan polisi (LP) bernomor 147/IV/2021/Jabar/Polres Indramayu. Peristiwa itu terjadi pada 29 Maret 2021.

Rusdi membeberkan penyidik menemukan adanya kelalaian yang mengakibatkan kebakaran kilang minyak Pertamina Balongan. Menurutnya, hal tersebut disimpulkan dengan melihat fakta dan bukti di lapangan.

"Karena penyidik menilai melihat berdasarkan fakta dan bukti yang ada. Adanya kesalahan, adanya kealpaan sehingga menimbulkan kebakaran atau ledakan," tuturnya.

(aud/aud)