PBNU Minta Pernyataan Letjen Dudung Dilihat di Konteks Kebangsaan

Isal Mawardi - detikNews
Kamis, 16 Sep 2021 07:17 WIB
Helmy Faishal Zaini/Dok Istimewa
Foto: Helmy Faishal Zaini/Dok Istimewa
Jakarta -

Pernyataan Pangkostrad Letjen Dudung Abdurachman yang menyebut bahwa semua agama benar di mata Tuhan menuai polemik. PBNU mengartikan pernyataan Letjen Dudung ke dalam 2 konteks, yakni konteks kebangsaan dan konteks kebenaran.

"Pernyataan tersebut harus dipahami dalam konteks kebangsaan. Kita harus memahaminya dari sudut pandang kebangsaan dan kenegaraan. Semua agama sama dalam konteks semua agama mengajarkan kebaikan. Spirit ini yang harus kita pahami bersama," kata Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini kepada wartawan, Rabu (15/9/2021).

Kemudian, lanjut Helmi, ada konteks kebenaran. Helmi menerangkan kebenaran ada dalam keyakinan masing-masing.

"Tentu dalam konteks kebenaran, secara teologis itu ada di dalam keyakinan masing-masing. Itu prinsip akidah," jelas Helmi.

Pangkostrad,  Letjen TNI Dudung Abdurachman di Batalyon Zipur 9 Kostrad, Ujungberung, Bandung, Jawa Barat. Senin (13/9/2021).Pangkostrad, Letjen TNI Dudung Abdurachman di Batalyon Zipur 9 Kostrad, Ujungberung, Bandung, Jawa Barat. Senin (13/9/2021). Foto: dok. Penerangan Kostrad

"Kebenaran Agama dikonetketualisasikan dalam wujud perbuatan baik dan sinergi bersama untuk membangung bangsa dan negara," sambungnya.

Helmi menilai perlu adanya inklusivisme dalam beragama. Karena agama menjadi sumber inspirasi lahirnya perbuatan baik dalam wujud sosial, seperti sedekah hingga sikap kedermawanan.

"Sikap merasa paling benar dalam beragama harus kita hindari dalam konteks kebangsaan. Sebab, sikap tersebut akan melahirkan fanatisme yang akan menganggap semua yang ada di luar keyakinannya adalah salah. Ini yang harus kita hindari bersama," tuturnya.

Sebelumnya, pernyataan Letjen Dudung itu disampaikan saat mengunjungi Batalion Zipur 9 Kostrad, Ujungberung, Bandung, Jawa Barat. Senin (13/9). Dudung mengunjungi Batalyon Zipur 9 Kostrad bersama Ketua Persit KCK Gabungan Kostrad Rahma Dudung Abdurachman.

Dudung mulanya meminta prajurit TNI AD untuk bijak dalam bermedia sosial. Dia meminta mereka menghindari sikap fanatisme yang berlebihan terhadap agama. Sebab, menurutnya, semua agama sama di mata Tuhan Yang Maha Esa.

"Bijaklah dalam bermain media sosial sesuai dengan aturan yang berlaku bagi prajurit. Hindari fanatik yang berlebihan terhadap suatu agama. Karena semua agama itu benar di mata Tuhan," kata Dudung, dikutip detikcom dari keterangan pers Penerangan Kostrad, Selasa (14/9).

Menag dan BPIP dukung Dudung. Simak di halaman berikutnya

Saksikan juga ''Saat Mayjen Dudung Abdurachman Diangkat Jadi Pangkostrad':

[Gambas:Video 20detik]