Polisi Panggil Anak Punk Selamat dari Maut Usai Minum 'Miras' Hand Sanitizer

Muhammad Budi Kurniawan - detikNews
Kamis, 16 Sep 2021 06:59 WIB
Polres Berau, Kaltim merilis kasus miras dioplos hand sanitizer yang tewaskan 5 anak punk. (dok. Istimewa)
Foto: Polres Berau, Kaltim merilis kasus miras oplosan hand sanitizer yang tewaskan 5 anak punk. (dok. Istimewa)
Berau -

5 Orang anak punk di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur (Kaltim) tewas, sementara 2 lainnya dilarikan ke rumah sakit usai menenggak minuman keras (miras) oplosan hand saniter yang diberikan oleh rekannya, HK (17). 1 Dari 2 anak punk yang dilarikan ke rumah sakit sudah dibolehkan pulang, dan akan dipanggil polisi untuk dimintai keterangan.

"Satu korban sudah pulang ke rumah atas nama Putra, sedangkan satu korban bernama Riki masih menjalani perawatan di rumah sakit," ujar Kapolres Berau AKBP Anggoro Wicaksono dalam keterangannya melalui Penyidik Satreskrim Polres Berau, Iptu Doni Witono kepada detikcom, Rabu (16/9/2021).

Polisi memanggil Putra yang selamat dari maut untuk mendalami di mana saja lokasi pesta miras hand sanitizer. Sebab, dari keterangan pelaku ada beberapa lokasi yang menjadi tempat pesta miras hand sanitizer.

"Kami masih terus mencari kebenaran tersebut. Rencananya hari ini Kamis (16/9), saksi selamat bernama Putra akan kami panggil untuk dimintai keterangan. Sebab saat pesta miras, mereka ini minum-minum di 3 tempat berbeda," katanya.

Selain lokasi pesta miras hand sanitizer terjadi di beberapa tempat, polisi juga menemukan laporan bahwa anak punk yang meminum miras hand sanitizer tak hanya 7 orang.

"Kasus ini berkembang terus, ada beberapa nama yang kami dapat dari keterangan saksi-saksi, bahwa selain 7 orang yang ikut minum, kabarnya ada 2 anak lagi, namun kondisi mereka tidak ada keluhan. Mungkin saat minum tidak terlalu banyak," tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, remaja berinisial HK (17) sempat mencoba miras oplosan hand sanitizer yang dibuatnya. Setelah mencoba, HK memberikan miras itu kepada sejumlah anak punk hingga 5 di antaranya tewas.

"Sebelum diberikan oleh pelaku, hand sanitizer ini dicicip dulu seteguk, untuk memastikan rasanya tak jauh berbeda dengan miras Cap Tikus (oplosan), dan juga memastikan reaksi setelah meminum akan menimbulkan sakit perut," kata Kapolres Berau AKBP Anggoro Wicaksono dalam keterangannya kepada wartawan, Rabu (15/9).

Kepada polisi, HK mengaku kesal karena anak-anak punk itu kerap memalak dirinya.

"Pelaku kesal uang hasil kerjanya sering diminta sama para korban untuk membeli alkohol," jelasnya.

Simak juga 'Warga Purwakarta Pesta Miras Oplosan, 1 Orang Tewas':

[Gambas:Video 20detik]



(nvl/nvl)