Mengenal Sosok Nurhali, Kepsek di Tangerang yang Punya Harta Triliunan

Rakha Arlyanto Darmawan - detikNews
Rabu, 15 Sep 2021 18:42 WIB
Tangerang -

Nama Kepala SMKN 5 Kota Tangerang, Nurhali, mendadak tenar usai data harta kekayaannya senilai Rp 1,6 triliun mencuat ke permukaan. Begini latar belakang Nurhali.

Pria berusia 58 tahun itu menjadi aparatur sipil negara (ASN) sejak 1988. Sebelum menjabat kepala sekolah, Nurhali pernah bekerja sebagai guru di sebuah sekolah di wilayah Kota Tangerang.

"Dulu guru. Tahun 2010 saya ikut tes jadi kepala sekolah. Pertama diangkat kepala sekolah di SMKN 7 Tangerang. Kemudian tahun 2011 saya pindah di SMKN 5 ini sampai sekarang," ujar Nurhali saat berbincang dengan detikcom di SMKN 5 Tangerang, Rabu (15/9/2021).

Nurhali memiliki seorang istri dan dikaruniai empat anak. Istrinya sempat bekerja. Namun setelah memiliki 1 anak, istrinya memutuskan berhenti bekerja.

"Anak saya 4, nomor 1, 2, dan 3 itu perempuan, yang terakhir laki-laki. Yang terakhir umurnya 21. Sudah besar-besar semua. Yang pertama umurnya sudah 33," ungkap Nurhali.

"(Istri saya) ibu rumah tangga, pernah kerja tapi sebentar. Punya anak satu berhenti, nggak ada yang ngurus," imbuhnya.

Harta Rp 1,6 Triliun Mayoritas Lahan

Nurhali membenarkan perihal kekayaannya yang besar, yang nilainya mencapai Rp 1,6 triliun. Harta tersebut merupakan total keseluruhan dari kekayaan miliknya dan istrinya.

Mayoritas harta Nurhali berupa harta tidak bergerak, yakni lahan. Lahan tersebut merupakan warisan dari orang tuanya serta orang tua istrinya.

"Iya benar (Rp 1,6 triliun), benar adanya itu seperti itu. Tanah yang saya punya itu ya dari orang tua saya itu. Ada yang saya beli juga, kemudian tanah yang saya tempati sekarang. Nah itu kan harta yang tidak bergerak kan. Kemudian istri saya ya tanah juga, dia kan dari orang tuanya," ucap Nurhali.

Nurhali bercerita mertuanya adalah seorang pedagang sembako yang dulunya berjualan di Jakarta. Dia mengaku kaget saat namanya mulai menjadi topik perbincangan publik.

"Dulu pedagang apa ya, pedagang telur. Saya kurang tahu karena udah lama meninggalnya, model sembako gitulah, di Jakarta," tuturnya

"Saya nggak mengira seperti ini. Ya keluarga kagetlah, wah ada di TV, saya pura-pura nggak tau aja, 'wah ada apa'. Ya biasa ajalah, kan saya juga heran sampai berita seperti ini," imbuhnya.

Meski namanya jadi topik perbincangan di masyarakat, Nurhali merasa tak terganggu. Dia mengaku tetap fokus menjalankan tugas dan fungsinya sebagai kepala sekolah.

"Nggak mengganggu, nggak ada kendala. Saya normal aja, tugas, sudah biasa tugas. Ada teman-teman media, saya layanin. Kalau saya ada tugas nanti dulu, saya tunda," sebut Nurhali.

Baca selengkapnya di halaman berikutnya.