KPI Tegaskan Kasus Pelecehan Pegawai Diserahkan Sepenuhnya ke Polisi

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Rabu, 15 Sep 2021 16:06 WIB
Wakil Ketua KPI, Mulyo Hadi Purnomo
Wakil Ketua KPI Mulyo Hadi Purnomo (Dok. Pribadi)
Jakarta -

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) telah memberikan keterangan kepada Komnas HAM terkait kasus pelecehan dan perundungan sesama pegawai pria. Setelah memberi keterangan, KPI mengaku tidak melakukan upaya apa pun selain investigasi internal kasus tersebut.

"Kami tidak melakukan upaya (lain) ya," kata Wakil Ketua KPI Mulyo Hadi Purnomo di Komnas HAM, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (15/9/2021).

Mulyo menyampaikan, pihaknya hanya memperoleh informasi dasar dari investigasi internal. Untuk proses lebih lanjut, kata Mulyo, KPI menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian.

"Jadi informasi dasar ajalah yang berkaitan dengan rilis itu, yang kami dapatkan informasi kemaren terjadi. Tapi proses dan detail lanjut berkaitan dengan pendalaman dan penyidikan terhadap kasus itu, kami serahkan kepada kepolisian," ujarnya.

Mulyo mengatakan pihaknya hanya mendapatkan keterangan yang diperlukan KPI dari investigasi internal. Dia menyebut KPI tidak menanyakan bukti yang dimiliki korban (MS) terkait peristiwa tersebut.

"Kami mendapatkan informasi terkait beberapa hal yang mungkin kami perlu mendapatkan penjelasan. KPI tidak menanyakan persoalan bukti apa yang dimiliki oleh MS ya dan sebetulnya hal-hal semacam itu ya biar kepolisian," imbuhnya.

Seperti diketahui, Polres Metro Jakarta Pusat membeberkan perkembangan kasus dugaan pelecehan seksual dan perundungan pegawai KPI pusat oleh sesama pria rekan kerja. Penyelidikan kasus tersebut sudah berjalan selama 10 hari.

"Setelah 10 hari melakukan penyelidikan, kami telah melakukan pemeriksaan atau dalam hal ini melakukan klarifikasi baik terhadap pelapor itu sendiri, Saudara MS. juga terhadap dugaan terlapor yang disampaikan oleh saudara MS sebanyak 5 orang," kata Wakapolres Metro Jakarta Pusat AKBP Setyo Koes Heriyanto dalam konferensi pers, Senin (13/9).

Polisi juga telah mengajukan upaya visum et repetum psikiatrum terhadap korban ke RS Polri Kramat Jati. Polres Metro Jakarta Pusat juga telah melakukan pengecekan TKP.

Polisi berjanji akan transparan dan profesional dalam menangani kasus tersebut. Namun, dalam hal ini, penyidik mengedepankan asas praduga tak bersalah.

(fas/fas)