Polisi Ungkap Kabar Terbaru Kasus Surat Minta Sumbangan Gubernur Sumbar

Jeka Kampai - detikNews
Rabu, 15 Sep 2021 13:54 WIB
Polisi terus menyelidiki kasus surat sumbangan yang terdapat tanda tangan Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi untuk penerbitan buku. Polisi mengamankan surat tersebut lebih dari tiga dus yang belum disebar.
Surat minta sumbangan yang diteken Gubernur Sumbar. (Jeka Kampai/detikcom)
Padang -

Polisi masih mengusut kasus surat permintaan sumbangan yang ditandatangani Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi. Ada 14 saksi yang telah dimintai keterangan.

"Sudah ada 14 orang yang kita periksa dan masih tetap berlanjut," kata Kasat Reskri Polresta Padang, Kompol Rico Fernanda, kepada wartawan, Rabu (15/9/2021).

Rico mengatakan polisi bakal memeriksa pihak-pihak yang ikut menerima surat dan memberikan uang. Dia menegaskan kasus ini bukan soal dugaan penipuan karena surat yang diteken Mahyeldi itu terbukti asli.

"Kalau penipuan tidak terbukti sebab tanda tangan dan suratnya asli dari Gubernur. Kalau soal korupsi, itu baru lagi. Kita lihat apakah ada pidana atau tidak. Tergantung (gelar perkara)," ucapnya.

Dalam kasus ini, polisi telah memeriksa sejumlah pejabat, termasuk Sekda Sumbar, Hansastri, yang juga mantan Ketua Bappeda Sumbar. Orang dekat Mahyeldi, Eri Santoso, yang diduga menghubungkan para penyebar surat dan pihak perusahaan dengan gubernur juga diperiksa.

Berdasarkan data yang dihimpun detikcom, ada 21 pihak yang diduga menerima surat dan menyerahkan uang dengan total sekitar Rp 170 juta. Ke-21 pihak tersebut mulai dari perguruan tinggi, pengusaha, BUMN, serta rumah sakit.

Awal Mula Kasus

Pengajuan penggunaan hak angket oleh 33 anggota DPRD Sumbar ini berawal dari polemik surat bernomor 005/3984/V/Bappeda-2021 tertanggal 12 Mei 2021 tentang Penerbitan Profil dan Potensi Provinsi Sumatera Barat. Surat itu berisi permintaan sumbangan terkait penerbitan buku.

"Sehubungan dengan tingginya kebutuhan informasi terkait dengan pengembangan, potensi, dan peluang investasi di Provinsi Sumatera Barat oleh para pemangku kepentingan, maka akan dilakukan penyebarluasan dan pemenuhan kebutuhan informasi tersebut dengan menerbitkan buku profil 'Sumatera Barat Provinsi Madani, Unggul dan Berkelanjutan' dalam versi bahasa Indonesia, bahasa Inggris, serta bahasa Arab serta dalam bentuk soft copy," demikian tertulis dalam surat tersebut seperti dilihat detikcom.

"Diharapkan kesediaan Saudara untuk dapat berpartisipasi dan kontribusi dalam mensponsori penyusunan dan penerbitan buku tersebut," lanjut surat yang juga dibubuhi stempel resmi Gubernur Sumbar itu.

Polisi sebenarnya sempat mengamankan lima orang yang membawa surat permintaan sumbangan ini karena diduga melakukan penipuan. Namun belakangan, surat ini ternyata asli. Polisi mengungkap ada duit Rp 170 juta yang telah terkumpul dan masuk ke rekening pribadi, tapi tak menyebut rekening siapa.