MUI Tanggapi Letjen Dudung: Toleransi Itu Memaklumi, Bukan Menyamakan

Eva Safitri - detikNews
Rabu, 15 Sep 2021 11:57 WIB
Ketua Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat MUI, Cholil Nafis
Ketua Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat MUI, Cholil Nafis. (Lisye/detikcom)
Jakarta -

Pangkostrad Letjen Dudung Abdurachman meminta jajarannya tidak bersikap fanatik terhadap agama karena menurutnya semua agama sama di mata Tuhan. Ketua Bidang Dakwah dan Ukhuwah MUI, Cholil Nafis, menanggapi pernyataan itu.

"Semua agama benar. Itu menurut Pancasila untuk hidup bersama di Indonesia. Tapi dalam keyakinannya masing-masing pemeluk agama tetap yang benar hanya agama saya. Nah, dalam bingkai NKRI, kita tak boleh menyalahkan agama lain, apalagi menodai. Toleransi itu memaklumi, bukan menyamakan," kata Cholil dalam kicauan di akun Twitter-nya, Rabu (15/9/2021).

Menurut Cholil, setiap orang yang memeluk agama akan menganggap agama yang dipeluknya paling benar. Cholil menilai harus ada toleransi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Bagi kami, umat Islam, yang benar adalah hanya agama Islam. Kita wajib meyakininya agar iman menancap di hati. Hanya dalam kehidupan sosial berbangsa dan bernegara kita harus punya bertoleransi kepada umat beragama lain," ujarnya.

"Posisi TNI dan pemerintah tentu mengayomi semua umat beragama," lanjut Cholil.

Dia menilai hal yang memang berbeda tidak perlu disamakan, begitu juga sebaliknya. Yang terpenting, kata Cholil, setiap orang bisa memaklumi dan menghargai toleransi.

"Yang sama jangan dibeda-bedakan apalagi dipertentangkan dan yang memang beda jangan di sama-samakan. Namun kita tetap harus saling memaklumi dan menghargai. Begitulah makna toleransi yang saya pahami," tuturnya.

Sebelumnya, pernyataan Letjen Dudung itu disampaikan ketika dirinya memberikan pesan terkait sikap fanatisme. Dudung meminta jajarannya tak bersikap fanatik terhadap agama.

Simak juga 'Perkuat Kerukunan, FKUB Cianjur Bentuk Kampung Toleransi':

[Gambas:Video 20detik]