Round-Up

Pesan Letjen Dudung Jangan Fanatik sebab Semua Agama Sama bagi Tuhan

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 14 Sep 2021 21:03 WIB
Pangkostrad,  Letjen TNI Dudung Abdurachman di Batalyon Zipur 9 Kostrad, Ujungberung, Bandung, Jawa Barat. Senin (13/9/2021).
Pangkostrad Letjen TNI Dudung Abdurachman di Batalion Zipur 9 Kostrad, Ujungberung, Bandung, Jawa Barat. Senin (13/9/2021). (Dok. Penerangan Kostrad)
Jakarta -

Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) Letjen TNI Dudung Abdurachman memberikan pesan terkait sikap fanatisme. Dudung meminta jajarannya tak bersikap fanatik terhadap agama.

Pesan itu disampaikan Dudung saat mengunjungi Batalion Zipur 9 Kostrad, Ujungberung, Bandung, Jawa Barat. Senin (13/9/2021). Dudung mengunjungi Batalyon Zipur 9 Kostrad bersama Ketua Persit KCK Gabungan Kostrad Rahma Dudung Abdurachman.

Di Yon Zipur 9 Kostrad, Dudung meninjau pangkalan, baik fasilitas perkantoran, perumahan prajurit, maupun alutsista, yang dimiliki satuan Batalyon Zipur 9 Kostrad.

Dudung mulanya meminta prajurit TNI AD untuk bijak dalam bermedia sosial. Dia meminta mereka menghindari sikap fanatisme yang berlebihan terhadap agama. Sebab, menurutnya, semua agama sama di mata Tuhan Yang Maha Esa.

"Bijaklah dalam bermain media sosial sesuai dengan aturan yang berlaku bagi prajurit. Hindari fanatik yang berlebihan terhadap suatu agama. Karena semua agama itu benar di mata Tuhan," kata Dudung, dikutip detikcom dari keterangan pers Penerangan Kostrad, Selasa (14/9).

Minta Prajurit Profesional dan Proporsional

Dudung juga mengingatkan prajuritnya untuk selalu bersyukur atas segala kondisi, terkhusus dalam situasi pandemi COVID-19. Dudung pun meminta prajurit bersyukur soal pasangan.

"Sebagai prajurit, kita harus bersyukur dengan kondisi keluarga saat ini masih diberikan kesehatan, bersyukurlah mempunyai istri apa pun bentuknya, karena itu semua adalah pilihan kita," ucap Dudung.

Dia lalu menekankan soal profesional dan proporsional, baik dalam latihan maupun menerapkan tradisi pembinaan terhadap prajurit baru. Dudung meminta perilaku yang bersifat kekerasan dihindari oleh prajuritnya.

"Laksanakanlah pembinaan tradisi kepada prajurit yang baru masuk secara keras sesuai aturan, tetapi bukan kasar. Karena tujuan dari tradisi satuan adalah untuk membangun kebanggaan dan jiwa korsa tanpa kekerasan maupun tindakan-tindakan yang dapat merugikan diri sendiri dan satuan," tegas mantan Pangdam Jaya ini.

Dudung meminta prajurit selalu menjaga kehormatan. Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.