PKS Minta Menag Hati-hati Kaji Ulang SKB 3 Menteri soal Ahmadiyah

Dwi Andayani - detikNews
Rabu, 15 Sep 2021 07:51 WIB
Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PKS, Bukhori Yusuf (Dok. Istimewa)
Foto: Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PKS, Bukhori Yusuf (Dok. Istimewa)
Jakarta -

Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PKS Bukhori Yusuf menilai pemerintah perlu berhati-hati dalam mengkaji ulang SKB 3 Menteri tentang Ahmadiyah. Menurutnya, jika berkaitan dengan pengakuan secara absah, maka Kemenag akan berhadapan dengan Kyai dan MUI.

"Jika yang dimaksud adalah memberikan pengakuan secara absah terhadap Ahmadiyah maka Menag akan berhadapan dengan para Kyai dan MUI, karena itu harus hati-hati," ujar Bukhori kepada wartwan, Selasa (14/9/2021).

Lebih lanjut menurut Bukhori SKB tersebut telah berjalan cukup baik. Dia meminta agar hasil pengkajian ulang tidak menimbulkan kondisi yang tak kondisif.

"Sementara sudah bagus buktinya kondusif, tetapi jika diotak-atik menjadi tidak kondusif itu yang harus dihindari," tuturnya.

Diketahui, Pencabutan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri soal Ahmadiyah kembali dibicarakan usai terjadi perusakan masjid Ahmadiyah di Kalimantan Barat. Kini, pemerintah mengkaji ulang SKB 3 Menteri tentang Ahmadiyah itu.

"Ini sedang proses dikaji, karena banyak hal yang harus dipertimbangkan. Nanti segera kita rilis hasilnya," kata Menag Yaqut Cholil Qoumas kepada detikcom, Selasa (14/9/2021).

Yaqut belum mengungkap lebih jauh arah dan opsi-opsi dalam kajian terhadap SKB 3 Menteri itu. Dia menyatakan kajian belum final, jadi belum ada keputusan untuk mencabut atau tidak mencabut SKB 3 Menteri itu.

"Masih belum ada keputusan," kata Yaqut.

Simak juga 'Said Aqil Kupas Pandangan MUI, NU & SKB 3 Menteri untuk Ahmadiyah':

[Gambas:Video 20detik]



(dwia/lir)