Round-Up

Wanti-wanti MUI Tak Asal Duga soal Musik Bikin Santri Tutup Telinga

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 15 Sep 2021 07:05 WIB

Menurut Ziyad, penghafal Alquran memang perlu menjaga hafalannya. Karena itu, mereka berusaha untuk fokus sebisa mungkin pada ayat yang dihafal.

"Mohon maaf kalau mau jauh, Imam Syafi'i, kalau pergi ke masjid, telinga disumpal dengan kapas. Apa tujuannya, dia tidak ingin dengar apapun selama perjalanan dari rumah ke masjid. Saking cerdas beliau, hanya mendengar itu beliau hafal di pikiran dia. Takut tercampur dengan hafalan hadis, fikih dll. Kita harus proporsional, jernih melihat itu," ujar Ziyad.

Pandangan soal Musik

Ziyad juga menyinggung panitia vaksinasi. Jika memang benar itu santri sedang menghafal Alquran dan sedang vaksinasi, Ziyad mengatakan seharusnya musik dimatikan terlebih dahulu.

"Maka justru seharusnya saya bertanya, apakah panitia pelaksana vaksinasi lihat siapa pesertanya. Harusnya menghormati, kalau peserta para santri, penghafal Alquran, maka musik harus dimatikan kalau kita hormati itu. Sebab ada ada santri yang terganggu hafalan-nya makanya santri kemudian menutup telinga," imbuh Ziyad.

Selain itu, dia juga menyesalkan orang yang nyinyir terhadap santri tanpa mengetahui duduk perkara.

"Jangan lantas terburu-buru menilai mereka mengharamkan musik. Tidak. Meskipun di kalangan para ulama, terjadi perdebatan pandangan ada yang mengharamkan musik secara mutlak," ujar Ziyad.

"Mengapa? karena musik dapat mengantarkan menuju kepada kemaksiatan. Tapi ada yang mengatakan ulama muslim boleh kalau menjadi wasilah untuk berdakwah," sambung dia.

Simak selengkapnya di halaman berikut