Momen Horor 5 Anak Punk di Berau Tewas Akibat 'Miras' Hand Sanitizer

Budi Kurniawan - detikNews
Selasa, 14 Sep 2021 22:01 WIB
Korban tewas akibat pesta minuman keras (miras) dicampur cairan hand sanitizer bertambah jadi lima orang. Begini momen horor tewasnya para korban. (dok Istimewa)
Korban tewas akibat pesta minuman keras (miras) dicampur cairan hand sanitizer bertambah jadi lima orang. Begini momen horor tewasnya para korban. (Dok. Istimewa)
Berau -

Korban tewas akibat pesta minuman keras (miras) dicampur cairan hand sanitizer bertambah jadi lima orang. Korban diketahui anak punk asal Kabupaten Berau, Kalimantan Timur (Kaltim).

"Total ada 5 korban, 2 orang meninggal pada Senin (13/9) di rumah sakit saat menjalani perawatan," jelas Kasat Reskrim Polres Berau AKP Ferry Putra Samodra saat dihubungi, Selasa (14/9/2021).

Miras bercampur hand sanitizer itu diberikan remaja pria berinisial HK (17). Setidaknya ada 5 botol minum berukuran besar yang disebutnya miras jenis Cap Tikus yang dibawa dari tempatnya bekerja.

"Ada 5 botol, total berisi 5,5 liter cairan hand sanitizer, dan kepada para korban tersangka mengaku bahwa isinya merupakan miras," ucapnya.

Awalnya ada 7 orang anak punk yang berpesta miras oplosan hand sanitizer tersebut. Cairan berbahaya itu diminum 3 kali sejak Jumat (11/9) siang hingga Sabtu (12/9) malam.

Korban tewas akibat pesta minuman keras (miras) dicampur cairan hand sanitizer bertambah jadi lima orang. Begini momen horor tewasnya para korban. (dok Istimewa)Pelaku memberi miras bercampur hand sanitizer karena kesal sering dipalak untuk beli miras. (Dok. Istimewa)

Satu Per Satu Korban Tewas

Pesta minum itu berujung maut. Pesta berakhir saat salah satu anak punk seorang perempuan berinisial ST (18) tewas di tempat.

Satu jam berselang, satu korban lainnya berinisial AG (17) meninggal. Kemudian kejadian disusul korban-korban berinisial PU (20), RN (17), RZ (20), dan AI (15).

"Sebenarnya pelaku (HK) berniat cuman memberi satu botol, namun karena para korban tak sadar itu hand sanitizer, jadi meminumnya ditambah hingga habis 5,5 liter," kata penyidik Satreskrim Polres Berau, Iptu Doni Witono.

"Sebelum memberi hand sanitizer, pelaku pun sempat mencicipi, dan mengalami sakit perut. Di situlah awal niat pelaku mengerjai anak-anak punk ini yang juga rekan nongkrongnya," tambahnya.

Motif Pelaku: Kesal Kerap Dipalak

Doni mengungkapkan, tindakan pelaku dipicu lantaran kesal kerap dipalak oleh para korban.

"Ya pelaku sakit hati karena sering dipalak oleh para korban untuk membeli alkohol yang digunakan untuk mabuk-mabukan dan diancam dimusuhi," bebernya.

Selain 5 korban meninggal dunia, 2 anak punk lainnya yang ikut meminum hand sanitizer hingga saat ini masih menjalani perawatan intensif pihak rumah sakit.

"Yang dua masih menjalani perawatan di rumah sakit," kata Doni.

HK beserta barang bukti botol minuman dan jeriken hand sanitizer saat ini sudah diamankan di Polres Berau guna penyelidikan lebih lanjut.

(jbr/jbr)