Mahfud Tegaskan Tak Ada Toleransi bagi Penebar Ancaman Selama G20 Digelar

Eva Safitri - detikNews
Selasa, 14 Sep 2021 21:52 WIB
Menko Polhukam Mahfud Md.
Polhukam Mahfud Md (Dok. Kemenko Polhukam)
Jakarta -

Menko Polhukam Mahfud Md ditunjuk untuk memimpin bidang dukungan penyelenggaraan dalam forum G20 (Group of Twenty) di Indonesia. Mahfud optimistis Indonesia sukses menggelar pertemuan Forum G20.

"Selama ini jika menyelenggarakan event internasional, Indonesia dikenal selalu sukses, meriah, ramah, dan mengesankan. Nah penyelenggaraan presidensi G20 akan menentukan citra dan kehormatan bangsa Indonesia di dunia international," kata Mahfud dalam konferensi pers virtual, Selasa (14/9/2021).

Dia mengatakan Indonesia harus menjaga reputasi yang sudah lama dibangun. Dia ingin memastikan keberhasilan itu mencakup penampilan dan substansi acara.

Oleh karena itu, Mahfud memerintahkan TNI-Polri untuk menyiapkan keamanan selama G20 berlangsung. Dia memastikan tidak ada toleransi bagi pihak yang menebar ancaman selama penyelenggaraan.

"Untuk itu, TNI dan Polri sudah kami siapkan untuk mengamankan presidensi G20 serta sudah bertekad untuk tidak memberikan toleransi atas munculnya ancaman dalam bentuk apa pun yang dapat merusak citra dan kehormatan bangsa Indonesia," ujarnya.

"Oleh sebab itu, diharapkan masyarakat Indonesia juga ikut berpartisipasi aktif untuk mensukseskan penyelenggaraan G20 tahun 2022 sehingga para tamu negara dan seluruh delegasi dapat menyelesaikan tugasnya dengan aman dan nyaman," ucapnya.

Persiapan KTT G20

Mahfud lalu merinci persiapan yang tengah dan akan terus dilakukan selama penyelenggaraan G20. Persiapan itu meliputi logistik dan infrastruktur, yaitu menyiapkan standar layanan acara, protokol, konsuler, akomodasi, logistik, transportasi, dan venue bagi seluruh rangkaian acara.

"Kedua persiapan komunikasi dan media, yaitu penyiapan komunikasi dan media, pemilihan tema besar untuk presidensi Indonesia dan menyiapkan sistem aplikasi untuk track dan trace dalam upaya mengontrol penyebaran COVID-19," ucapnya.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.