Bupati Kebumen Evakuasi Kakek Sebatang Kara dari Gubuk ke Panti Jompo

Rinto Heksantoro - detikNews
Selasa, 14 Sep 2021 20:23 WIB
Bupati Kebumen
Foto: dok. Pemkab Kebumen
Kebumen -

Bupati Kebumen Arif Sugiyanto turun tangan mendatangi seorang kakek yang hidup sebatang kara. Kakek bernama Sudarsono (60) tersebut merupakan Warga RT 02/ RW 02, Desa Karangrejo, Kecamatan Petanahan.

Sudarsono atau lebih dikenal dengan nama Mbah Susah, tinggal seorang diri di gubuk reyot berukuran 3×2 meter. Ia tak memiliki sanak saudara. Gubuk tersebut didirikan di atas pekarangan warga.

Bupati Kebumen datang bersama Kapolres Kebumen AKBP Piter Yanottama, sejumlah pimpinan OPD, dan Sedulur Kebumen langsung menemui Mbah Susah di tempat tinggalnya.

"Memang kondisinya memprihatinkan, jadi masih ada warga kita yang hidup sebatang kara seperti halnya Mbah Sudarsono. Ia hidup sendiri bertahun-tahun di tempat yang sangat tidak layak pakai. Secepatnya ini menjadi perhatian bersama," kata Arif, Selasa (14/9/2021).

Setiap hari, Mbah Sudarsono bertahan hidup dengan hanya mengandalkan bantuan dari tetangga sekitar. Kesehatannya pun tidak sepenuhnya diperhatikan, fisiknya terlihat lemah, kedua matanya pun sakit tidak bisa melihat.

"Kita tadi sudah datangkan Dinas Sosial, kita minta Mbah Sudarsono untuk dievakuasi atau di tempatkan di panti jompo, biar ada yang ngurus, karena kondisi kesehatannya juga kurang baik, kedua matanya sakit, kita minta untuk dioperasi dulu," jelas Arif.

Arif menambahkan, sempat ada rencana untuk dibuatkan rumah layak huni untuk Mbah Sudarsono. Namun, karena kepemilikan tanah yang bukan haknya, dan kondisinya yang sebatang kara tanpa keluarga, maka Arif memutuskan agar Mbah Susah diasuh oleh pemerintah melalui Dinas Sosial.

"Jadi kita putuskan untuk kita bawa oleh Dinsos, kita asuh di panti. Saya ucapkan terima kasih kepada warga dan kepala desa yang selama ini sudah ikut membantu Mbah Susah yang hidup sebatang kara. Ini adalah tanggung jawab pemerintah untuk memberikan perhatian kepada warganya yang hidup dalam kesusahan," tandasnya.

(prf/ega)