Pemerintah Diminta Beri Kompensasi ke Keluarga Korban Tewas Lapas Tangerang

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Selasa, 14 Sep 2021 19:36 WIB
Komisioner Komnas HAM Amiruddin Al Rahab
Komisioner Komnas HAM Amiruddin Al Rahab (Hilda Meilisa Rinanda/detikcom)
Jakarta -

Komnas HAM mempertanyakan tanggung jawab pemerintah terhadap peristiwa kebakaran Lapas Kelas I Tangerang yang menewaskan puluhan narapidana. Komnas HAM meminta pemerintah memberikan kompensasi kepada para keluarga korban yang meninggal.

"Ini korban ini meninggal berada dalam tanggung jawab negara, itu kan dia dalam penguasaan negara, nah karena kebakaran lalu meninggal. Bentuk tanggung jawab negaranya bagaimana terhadap kehilangan nyawa orang ini?" kata Komisioner Komnas HAM Amiruddin kepada wartawan, Selasa (14/9/2021).

Menurut Amiruddin, uang senilai Rp 30 juta yang diberikan pemerintah hanya sebatas uang duka. Sebagai bentuk tanggung jawab, kata Amiruddin, seharusnya negara memberikan kompensasi.

"Ya itu kan cuma sekadar uang duka aja gitu, ini orang kehilangan anggota keluarga lho. Nah maksud saya, negara semestinya untuk menunjukkan tanggung jawabnya memberikan kompensasi kepada setiap keluarga yang meninggal itu, nah kompensasinya ya yang rasional, tapi bukan Rp 30 juta," ujarnya.

Amiruddin menyampaikan permintaan kompensasi merupakan sebuah usulan dalam rangka kemanusiaan. Menurutnya, negara harus memiliki perhatian lebih terkait hal tersebut.

"Ini kan usul saya dalam rangka kemanusiaan, kan mestinya itu (kompensasi) diberikan oleh negara, masa negara tidak punya perhatian yang lebih soal itu. Kalau dia (para napi) tidak di dalam lapas kan lain," imbuhnya.

Pemerintah melalui Menkum HAM Yasonna Laoly sebelumnya telah memberikan program santunan kepada keluarga korban tewas akibat insiden Lapas Tangerang. Santunan itu diberikan senilai Rp 30 juta.

"Sebagai bagian perwujudan duka, kami akan memberikan santunan senilai Rp 30 juta kepada masing-masing keluarga korban," kata Menkum HAM Yasonna Laoly, seperti dilansir Antara, Rabu (8/9/2021).

Pemerintah juga menanggung biaya proses pemulasaraan jenazah hingga selesai. Data per Selasa (14/9) tercatat 48 orang tewas dan 73 menderita luka-luka.

(eva/eva)