Beredar Surat Ingatkan Anies Harus Bayar Formula E 5 Tahun

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 14 Sep 2021 12:01 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memimpin konvoi mobil listrik dari GBK ke Monas, Jakarta, Jumat (20/9/2019). Anies konvoi menggunakan mobil listrik BMW i8.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Rengga Sancaya/detikcom)

Sementara itu, Sekretaris Komisi E DPRD DKI Jakarta Jhonny Simanjuntak menerangkan, dalam kesepakatan kerja sama Formula E ini, MoU yang dibuat adalah antara JakPro dan pihak Formula E. Dia heran jika terkait commitment fee melalui Dispora.

"Jadi ini kan maksudnya dia, misalkan kita bertanya ke Dinas Pemuda dan Olahraga, mereka mengatakan kami hanya membayar mengenai pelaksanaan dan segala macem, itu urusan JakPro. Kalau sudah urusan JakPro kan tindakan Pemprov mau buang badan nih. Dibuat dalam rangka penugasan kepada JakPro gitu lho. Jadi kita pun protes di awal-awal seperti itu," tuturnya.

Jhonny pun mengungkit penyelenggaraan Formula E dari APBD DKI. Dia mengatakan, untuk hal yang bersifat penting, program berdasarkan RPJMD tak masalah menggunakan APBD.

"Tapi Formula E kan bukan hal yang luar biasa kan, artinya bukan program yang bisa jadi perhatian. Oleh karena itu, karena ini dari APBD murni bukan swasta kan harus melalui Dinas. Nah pemberiannya itu melalui Dispora, commitment fee itu. Tapi dalam perjanjian dan pelaksanaan MOU-nya antara Jakpro dengan FEO. Jadi penyerahan dana harus melalui Dispora, karena kalau JakPro harus melalui PMD," tuturnya.

detikcom sudah menghubungi Dispora DKI, tapi belum ada respons.

JakPro-Pemprov DKI Minta Waktu Kaji Ulang Formula E

Fraksi Gerindra DPRD DKI menyampaikan Jakpro meminta waktu merampungkan kajian ulang terkait penyelenggaraan ajang Formula E. Ketua Komisi E dari F-Gerindra Iman Satria menyatakan sejumlah anggota dewan menyetujui permintaan Jakpro.

"Pertemuan kita terakhir dengan Dispora, JakPro, mereka meminta waktu untuk melakukan kajian ulang. Teman-teman ada yang menyetujui, ada yang mempertanyakan," kata Iman, Senin (13/9/2021).

Iman menuturkan alasan Jakpro melakukan kajian ulang untuk menyesuaikan dengan situasi COVID-19 saat ini. Melalui kajian tersebut akan ditentukan apakah ajang mobil listrik itu masih layak atau tidak digelar di masa pandemi Corona.

"Kajian ulang, bukan berarti belum ada kajian, jangan salah ini, kajian ulang dengan kondisi seperti ini, masih layak atau tidak," ujarnya.

Iman pun meminta seluruh pihak dapat memberi kesempatan bagi Jakpro untuk merampungkan studi kelayakan terbaru.

"Kita kan juga harus objektif memberi kesempatan kepada mereka untuk melakukan kajian," imbuhnya.


(idn/tor)