Kehebohan Rekayasa Babi Ngepet di Depok hingga Adam Ibrahim Jadi Terdakwa

Zunita Putri - detikNews
Selasa, 14 Sep 2021 11:19 WIB
Penampakan Babi Ngepet yang Menghebohkan Warga Depok
Penampakan babi yang disebut babi ngepet di Depok. (Foto: Dok. Istimewa)
Depok -

Perekayasa babi ngepet di Depok, Adam Ibrahim, bakal menjalani sidang perdana hari ini. Adam akan didakwa karena dianggap menyebarkan berita bohong soal babi ngepet hingga menimbulkan keonaran.

Dirangkum detikcom, Selasa (14/9/2021), jerat hukum terhadap Adam berawal ketika peristiwa babi ngepet di Depok viral di media sosial pada April 2021. Kehebohan ini bermula saat Adam mengaku menangkap seekor babi yang diduga jadi-jadian atau babi ngepet.

Dia mengaku melakukan ritual khusus dengan menanggalkan pakaian untuk menangkap babi tersebut. Babi tersebut kemudian diletakkan dalam sebuah kandang.

Informasi soal penangkapan babi jadi-jadian ini langsung ramai di kalangan warga setelah videonya viral di media sosial. Banyak orang datang melihatnya.

Babi tersebut pada akhirnya disembelih dan potongan tubuhnya dikubur di sebuah pemakaman. Ternyata, antusiasme warga untuk melihat makam babi ngepet pun masih tinggi sehingga makam babi itu dipindahkan polisi ke samping Polsek Sawangan.

Polisi bongkar kuburan hewan diduga babi ngepet di DepokPolisi bongkar kuburan hewan diduga babi ngepet di Depok. (Foto: detikcom)

Polisi pun memulai penyelidikan karena kasus ini sudah membuat warga heboh, bahkan memicu kerumunan di tengah pandemi Corona. Setelah diusut, apa yang dikatakan Adam soal babi ngepet di Depok ternyata bohong.

Faktanya, Adam membeli babi itu dengan harga Rp 900 ribu di toko online. Adam membeli babi itu dengan cara patungan dengan teman-temannya berjumlah tujuh orang. Hal itu terungkap saat polisi memeriksa Adam.

"Dari tersangka ini merekayasa dengan memesan secara online seekor babi dari pencinta binatang yang dibeli harganya Rp 900 ribu, kemudian ditambah biaya ongkos Rp 200 ribu," ujar Kapolresta Depok Kombes Imam Edwin Siregar, kepada wartawan di kantornya, Jl Margonda Raya, Depok, Kamis (29/4).

Polisi menyebut Adam sengaja merekayasa soal babi ngepet itu. Adam terpikir membuat isu soal babi ngepet demi meredam keresahan warga yang kehilangan uang beberapa hari terakhir.