Round-Up

4 Fakta Pegawai Kimia Farma Terkait Terorisme Berperan Galang Dana

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 14 Sep 2021 04:48 WIB
Ilustrasi teroris (insert) (Luthfy Syahban/detikcom)
Ilustrasi teroris (Luthfy Syahban/detikcom)

2. Penjelasan Kimia Farma

PT Kimia Farma membenarkan jika S yang ditangkap Densus 88 Antiteror merupakan pegawai Kimia Farma. Kimia Farma sendiri menegaskan tidak memberikan toleransi terhadap aksi radikalisme dan terorisme.

"PT Kimia Farma Tbk tidak mentoleransi aksi radikalisme dan terorisme dalam bentuk apa pun, termasuk di internal perusahaan sehingga mendukung aparat dalam memerangi tindakan tidak terpuji tersebut," kata Direktur Utama PT Kimia Farma Tbk Verdi Budidarmo dalam keterangan pers, Senin (13/9).

Verdi mengatakan pihaknya melakukan penelusuran terkait status S yang ditangkap di Bekasi, Jawa Barat, pada Jumat (10/9).

"Dari hasil penelusuran, salah satu terduga berinisial S merupakan karyawan Kimia Farma," imbuhya.

Baca juga: Kimia Farma Buka-bukaan Ada Pegawainya Ditangkap Densus 88 Terkait Terorisme

3. Kimia Farma Bebastugaskan S

Menindaklanjuti informasi tersebut, Kimia Farma telah menjatuhkan sanksi kepada S. S diberhentikan sementara dari pekerjaannya.

"Untuk status karyawan yang ditangkap tersebut, saat ini perusahaan sudah memberlakukan skorsing dan pembebasan tugas sementara waktu selama menjalani pemeriksaan oleh pihak yang berwajib terhitung sejak 10 September 2021," kata Verdi.

PT Kimia Farma akan memberikan sanksi lebih berat berupa pemecatan setelah S dinyatakan terbukti bersalah atas kasus tersebut.

"Apabila karyawan tersebut terbukti bersalah secara hukum maka akan dikenakan sanksi pelanggaran berat sesuai peraturan perusahaan yang berlaku berupa pemutusan hubungan kerja dengan tidak hormat dan otomatis sudah tidak menjadi bagian dari perusahaan," katanya.

Sebaliknya, jika S dinyatakan tidak bukti bersalah, perusahaan akan memulihkan nama yang bersangkutan.

"Jika yang bersangkutan tidak terbukti bersalah atas dugaan terlibat dalam jaringan terorisme, perusahaan akan melakukan tindakan mendukung pemulihan nama baiknya," ujarnya.

Simak penjelasan Polri di halaman selanjutnya