Sekeluarga di Bekasi Dianiaya Gegara Utang Rp 900 Juta

Isal Mawardi - detikNews
Senin, 13 Sep 2021 21:11 WIB
Dok istimewa
Foto: Dok. Istimewa
Bekasi -

Sekeluarga di Bekasi, Jawa Barat, dianiaya oleh sekelompok orang. Penganiayaan itu dilakukan dengan menggunakan senjata tajam hingga alat setrum.

Peristiwa itu terjadi rumah korban, T, di Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada 10 September 2021. Mulanya pelaku, AJ, mengajak teman-temannya yang berjumlah 5 orang untuk menuju kediaman T yang disebutkan memiliki utang.

Mereka ialah BP, S, E, OS, dan MA. Padahal faktanya adalah AJ yang memiliki utang ke T. AJ memiliki utang sekitar Rp 900 juta.

Pelaku pun bertemu dengan korban di ruang tamu. Keduanya sepakat agar pelunasan utang itu disaksikan oleh para saksi.

"Pelaku meminta ada saksi yang melihat dari pihak korban dan pihak pelaku saat membayar, atas permintaan tersebut korban memanggil istri dan adiknya sedangkan pelaku memanggil 5 orang temannya yang menunggu di dalam mobil," ujar Kapolsek Medan Satria Kompol Agus Rohmat dalam keterangannya, Senin (13/9/2021).

Aksi penyerangan pun terjadi. Penyerangan itu dilakukan secara serentak yang menyasar kepada korban, istri, dan adiknya.

"Saat teman pelaku berada di dalam rumah korban terjadi perdebatan antara salah satu pelaku yang bernama AJ dengan korban lalu pelaku menyerang korban yang dibantu oleh teman-temannya dengan menggunakan alat semprotan mata berisi air cabai, pisau, dan alat setrum," jelas Agus.

Akibat serangan itu, korban, istri korban, dan ibu korban mengalami luka-luka karena sayatan pisau dan alat setrum. Setelahnya, para pelaku kabur.

Namun bapak korban keluar rumah dan berteriak 'maling'. Hal ini sontak mengundang perhatian warga sekitar. Sekuriti kompleks pun langsung menutup akses keluar para pelaku.

"Karena pintu gerbang sudah ditutup terlebih dahulu oleh sekuriti, maka pelaku tidak bisa melarikan diri dan berhasil diamankan oleh warga kemudian warga melaporkan ke Polsek Medan Satria," ungkap Agus.

Sejumlah barang bukti yang disita adalah 1 buah pisau, 2 unit alat setrum, 1 unit senjata airsoft gun, 1 pucuk senpi rakitan, dan lain-lain. Para pelaku dijerat dengan Pasal 170 KUHP dan UU Darurat No 12 Tahun 1951.

(isa/mei)