Menkes Siapkan Skenario Endemi COVID-19 di Indonesia

Eva Safitri - detikNews
Senin, 13 Sep 2021 15:40 WIB
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberikan keterangan pers terkait kedatangan vaksin COVID-19 Sinovac setibanya dari Beijing di Terminal Cargo Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (18/4/2021). Sebanyak enam juta dosis vaksin COVID-19 Sinovac yang dibawa dengan pesawat Garuda Indonesia tersebut, selanjutnya dibawa ke Bio Farma Bandung sebelum didistribusikan ke Kota dan Kabupaten di Indonesia. ANTARA/Muhammad Iqbal/aww.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (Foto: ANTARA FOTO/MUHAMMAD IQBAL)
Jakarta -

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin telah menyiapkan skenario jika status COVID-19 sudah menjadi endemi di Indonesia. Budi mengatakan status endemi berlaku jika kasus COVID-19 sudah 1,9 juta dalam kurun setahun.

"Jadi skenario kondisi endemi kita memperkirakan bahwa kasus setahun itu 1,9 juta kasus positif. Untuk informasi sekarang kasus kita sudah berjalan sejak Maret 2020 itu sudah ada 4 juta kasus," kata Budi dalam rapat kerja bersama Komisi IX, Senin (13/9/2021).

"Jadi kita untuk skenario A bahwa ini kondisinya membaik terus atau rata dengan kondisi sekarang ada 1,9 juta kasus," lanjutnya.

Sementara itu, skenario B digunakan jika kasus COVID mengalami lonjakan. Estimasi kasus di skenario ini adalah 3,9 juta.

"Dan skenario B jika terjadi lonjakan varian baru mengakibatkan adanya lonjakan kasus kita mengestimasikan ada 3,9 kasus atau 2 juta kasus lebih tinggi dibandingkan skenario normal, skenario tidak ada lonjakan," kata Budi.

Meski begitu, Budi mengatakan proses testing dan vaksinasi masih akan tetap berjalan meski dalam status endemi. Pihaknya terus mengupayakan proses vaksinasi agar bisa didapat oleh seluruh kalangan.

"Skenario ini akan mempengaruhi dari testing, perawatan dan isolasi. tapi dari sisi vaksinasi tidak berubah, karena untuk vaksinasi nanti saya akan jelaskan sendiri baik skenario endemi maupun skenario ada lonjakan kasus. Kita akan tetap menjalankan vaksinasi dengan dosis ketiga dan juga vaksinasi yang usia baru masuk ke-12," ucapnya.

Namun jumlah testing, kata Budi, tentu akan menyesuaikan kondisi. Begitu juga mekanisme perawatan.

"Tapi untuk skenario testing, perawatan, dan isolasi itu akan berubah tergantung dari berapa jumlah kasus aktifnya. Misalnya skenario A, testing 28 juta, kalau skenario B, 58 juta testing," ujarnya.

"Perawatan juga sama kalau skenario A itu ada 20 persen dari 1,9 juta, kalau skenario B 20 persen dari 3,9 demikian juga dengan isolasi," imbuh Budi.

Lihat juga video 'Menkes Pantau Perkembangan Varian Baru Covid, Salah Satunya Lambda':

[Gambas:Video 20detik]



(eva/isa)