Pengacara Jelaskan Surat Tanah Garapan Milik Rocky Gerung

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Senin, 13 Sep 2021 14:28 WIB
Rocky Gerung (Wilda Hayatun Nufus/detikcom).
Rocky Gerung (Wilda Hayatun Nufus/detikcom)
Jakarta -

Aktivis Rocky Gerung disomasi PT Sentul City yang isinya meminta mengosongkan lahan dan membongkar rumah di Desa Bojong Koneng, Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Pengacara Rocky Gerung, Haris Azhar, pun menjelaskan perihal surat tanah garapan yang dimiliki Rocky terkait lahan itu.

Haris mengakui persoalan ini menyangkut sertifikat HGB (Hak Guna Bangunan) yang dimiliki Sentul City dan di sisi lain Rocky Gerung juga memiliki surat akta jual-beli beserta surat tanah garapan. Namun, Haris menyebut surat tanah garapan yang dimiliki Rocky tidak bisa dianggap sebelah mata.

"Soal Bang Rocky tanahnya kuat ya, kalau anda melihat atau bahwa anda menganggap bahwa Sentul City itu punya sertifikat HGB, saya ingin menjelaskan rumusnya begini dalam hukum, Bang Rocky punya surat akta jual-beli ya dan juga tanah garapan. Surat tanah garapan nggak berarti dia lemah, karena di Indonesia yang diakui sebagai hak itu hak milik HGB dan HGU," kata Haris Azhar di kediamannya di Kampung Gunung Batu, Bojong Koneng, Sentul, Bogor, Senin (13/9/2021).

Haris mengatakan kepemilikan surat tanah garapan Rocky memang belum disertifikatkan hak guna bangunan. Akan tetapi, syarat-syarat untuk memenuhi sertifikat itu telah dimiliki lengkap dan menguasai fisik.

"Nah, saya mau jelasin begini, yang punya tanah garapan itu bukan dia lemah, dia bisa berarti bahwa dia belum mensertifikatkan, tapi syarat-syarat untuk sertifikatnya yang lengkap, menguasai fisik, punya riwayat tanah, peralihan hak dalam hukum tanah ada yang disebut hak," ucapnya.

Peralihan hak yang dimiliki Rocky Gerung menurut Haris telah jelas dan terang benderang. Sejak 2009, Rocky telah memfungsikan tanah itu dengan menanam pohon.

"Jadi Rocky Gerung dapat dari mana, dibelinya pakai apa atau hibah dari mana, jelas, dan tanah tersebut semenjak tahun 2009 ada pohonnya 20 senti dan hari ini sudah 20 meter, dirawat digunakan. Dalam hukum tanah di Indonesia, tanah itu harus punya fungsi, barang siapa yang merasa memiliki tapi tidak difungsikan, negara boleh minta balik tanah itu ya," tuturnya.

Haris mengakui persoalan ini diadu dengan HGB yang dimiliki PT Sentul City dengan segala prosedur yang telah disusun. Namun, Haris menduga HGB itu palsu.

"Nah sekarang HGB-nya, kan kesan itu diadu sama HGB, HGB kuat, kalau HGB itu prosedurnya disusun, kelengkapannya disusun untuk memenuhi prosedur dengan cara yang bolong-bolong yang salah, patut diduga kuat garis bawah, garis atas diperkerang hurufnya kata-kata saya bahwa HGB itu patut diduga palsu," tegasnya.

Sementara itu di tingkat Badan Pertanahan Negara (BPN), Haris mengungkap cerita lama soal pejabat BPN yang mengeluarkan dokumen palsu. Untuk itu, dia menyebut akan langsung mengurus persoalan ini di Kantor Kementerian Agraria.

"Bahwa dia mengeluarkan BPN, bukan cerita baru BPN pejabatnya ngeluarin dokumen palsu, mangkanya kita nggak ada urusan lagi sama Kabupaten Bogor, urusan kita sama kantor Kementerian Agraria kira-kira begitu ya soal posisi dokumen hukumnya Bang Rocky dan kawan-kawan sekalian," katanya.

Haris menyebut persoalan ini akan menempuh perjalanan panjang. Pihaknya akan melawan ke jalur pengadilan.

"Sekali lagi ya soal hukumnya, proses hukum, ini akan ada maraton panjang dan banyak kegiatan pemulihan haknya Bang Rocky dan warga, dari mulai ke BPN sampai kita menyiapkan langkah ke pengadilan, dengan kasus yang bersama-sama maupun terpisah yang sendiri-sendiri itu nanti akan dilakukan maraton panjang," ujarnya.

Simak video 'Penjelasan Haris Azhar Soal Legalitas Tanah Rocky Gerung':

[Gambas:Video 20detik]