Sopir Rombongan Vaksinasi Ngaku Ada 5 Anggota Dishub DKI Saat Pemerasan

Dwi Andayani - detikNews
Senin, 13 Sep 2021 12:43 WIB
Jakarta -

Sopir bus rombongan vaksin, Eko Saputro, yang diperas petugas Dishub DKI, menceritakan kronologi peristiwa pemerasan yang menimpanya. Eko mengatakan ada lima anggota Dishub DKI saat kejadian.

"Ada lima petugas, bukan dua," ujar Eko dalam diskusi bersama Forum Warga Kota Jakarta (Fakta), Senin (13/9/2021).

Eko menuturkan, saat kejadian, ia tengah membawa rombongan warga yang akan menjalani vaksinasi. Namun di tengah jalan, dia disetop 2 petugas Dishub DKI.

Dia menyebut panitia telah menyerahkan bukti dokumen vaksin ke petugas. Tetapi, petugas Dishub DKI itu meminta bukti surat-surat kendaraan.

"Disetop petugas Dishub tersebut kurang-lebih yang nyetop pertama ada 2 orang, sudah berhenti saya jelaskan saya bawa rombongan warga miskin dari Kampung Penas, lalu panitia menyerahkan dokumen orang vaksin, mulai berlanjut ke surat perlengkapan mobil," kata Eko.

Eko mengatakan petugas Dishub DKI itu menilai surat-surat mobil yang dibawa meragukan. Petugas Dishub itu kemudian mengancam akan mengandangkan mobil yang dibawa karena surat diragukan.

"Nah dibilang surat-surat meragukan, saya bilang, 'Saya nggak tahu, Pak, saya sebatas mengemudi.' Dia bilang 'Ini dari mana bos lu bisa memalsukan dokumen negara,' saya bilang, 'Nggak tahu, Pak,'" kata Eko.

"Dia mengambil surat-surat terus mengancam menindak saya mobil ini dikandangin, terus saya bilang bagaimana nasib orang yang mau vaksin kalau dikandangain, kalau bapak ambil mobil mau gimana," sambungnya.

Eko kemudian menelepon atasannya dan meminta agar diselesaikan secara baik-baik dengan petugas. Eko kemudian mengaku diajak ke dalam mobil Dishub DKI.

"Saya dimasukkan ke dalam mobil dinas Dishub ada Pak Susanto sama S Gunawan, nah yang tiga orang itu saya nggak kenal. Nah terus itu mulai dari angka transaksi, si Pak Susanto itu dia bilang 'itu komandan bilangnya minta 500', Pak Susanto dapat izin dari Gunawan katanya dari komandan, komandannya Gunawan. Supaya mobil nggak ditarik saya disuruh bayar 500. Saya bilang 'nggak ada Pak, itu aja mobil sewa murah, kalau mobil diambil tinggal satu satunya di pool. Akhirnya saya bilang ada uang sedikit lagi jadi 300 dia nggak mau, terus tetep katanya minta 500, saya kasih seratus lagi nggak bisa, tetep 500," ujar Eko.

Eko mengaku panik dan memutuskan memberikan uang sesuai jumlah yang diminta petugas.

"Karena saya panik gimana ini mobil sama warga ya udah saya kasih, bingung nanti warga gimana pulangnya setelah vaksin," tuturnya.