Serba-serbi Paus Kepala Melon yang Tragis Dikonsumsi Warga Bima

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Senin, 13 Sep 2021 10:41 WIB
Paus kepala melon (Whales.org)
Paus kepala melon (Whales.org)

Paus Kepala Melon Hewan Dilindungi

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengatakan bahwa paus kepala melon yang dipotong oleh warga Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), adalah hewan yang dilindungi. KKP meminta warga tidak melakukan penyalahgunaan terhadap biota laut yang dilindungi.

"Berdasarkan informasi yang telah dikumpulkan, biota laut dilindungi tersebut terdampar di Pantai Niu, Desa Panda, Kec. Palibelo, Kab. Bima. Dari hasil pengamatan secara visual, khususnya pada bagian moncong kepalanya, kemungkinan besar biota laut dilindungi tersebut merupakan Paus Kepala Melon (Peponocephala electra) bukan lumba-lumba seperti yang ramai diberitakan," kata Asisten Khusus Menteri KKP Bidang Hubungan Media dan Komunikasi Publik Doni Ismanto kepada wartawan, Minggu (12/9/2021).

Doni berharap peristiwa warga memotong dan mengkonsumsi hewan yang dilindungi itu tak terjadi lagi. Dia menegaskan bahwa pihak yang menyalahgunakan hewan yang dilindungi itu akan dihukum berat.

"KKP berharap kejadian serupa tidak terulang kembali, ancamannya cukup serius, pelaku bisa kena pasal pidana sesuai aturan UU No.5 Tahun 1990 pasal 21 ayat 2," tegas Doni.

Doni mengatakan KKP akan melakukan sosialisasi mengenai biota laut yang dilindungi. Doni mengatakan bahwa Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono fokus pada pelestarian biota laut.

"Tindakan cepat dan sosialisasi yang dilakukan di lapangan sesuai dengan komitmen dari Menteri Kelautan dan Perikanan (MKP) Sakti Wahyu Trenggono untuk selalu memastikan kelestarian biota laut dan keberlanjutan populasinya untuk kesejahteraan bangsa dan generasi yang akan datang. Pasalnya, mamalia laut merupakan biota laut yang terancam punah dan statusnya telah dilindungi penuh secara nasional dan internasional," tutup Doni.