Gubsu: 13 Daerah di Sumut Masuk Kelompok Risiko Tinggi Bencana, Waspada!

Ahmad Arfah Fansuri Lubis - detikNews
Senin, 13 Sep 2021 10:03 WIB
Gubsu Edy Rahmayadi saat mengecek kesiapan petugas penanganan bencana (Edy-detikcom)
Foto: Gubsu Edy Rahmayadi saat mengecek kesiapan petugas penanganan bencana (Edy-detikcom)
Medan -

Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi mengatakan ada 13 daerah di Sumut yang masuk kelompok risiko tinggi bencana. Edy meminta semua pihak bersiaga mencegah korban akibat bencana.

Hal itu disampaikan Edy saat memimpin Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana di Landasan Udara (Lanud) Soewondo, Medan. Edy awalnya menyampaikan Sumut berada di posisi ke-16 daerah rawan bencana di Indonesia.

"Berdasarkan data indeks risiko bencana Indonesia tahun 2020, Provinsi Sumatera Utara menduduki urutan 16 dari 19 provinsi yang berada dalam kelompok risiko tinggi," kata Edy dalam sambutannya, Senin (13/9/2022).

Dia menyebut ada 13 dari 33 daerah kabupaten/kota di Sumut masuk kelompok risiko tinggi bencana. Sementara, 20 daerah lainnya berada di posisi sedang.

"Sebanyak 13 kabupaten/kota di Sumatera Utara memiliki kelas risiko tinggi dan 20 kabupaten/kota lainnya memiliki kelas risiko sedang," tuturnya.

Namun, Edy tak menjelaskan daerah mana saja yang dimaksudnya berisiko tinggi mengalami bencana. Edy menyebut kondisi geografis membuat banjir dan longsor mudah terjadi di Sumut.

"Kita ketahui bersama daerah di Utara di Sumatera Utara, daerah yang terpotong-potong, daerah yang mudah terjadi longsor, daerah-daerah yang mudah terjadi banjir bandang," ujarnya.

Dia mengatakan risiko bencana semakin tinggi saat cuaca ekstrem melanda Sumut. Untuk itu, Edy meminta semua pihak untuk siaga.

"Dengan kondisi ini dan ditambah dengan cuaca ekstrem yang sedang berlangsung di sebagian wilayah Sumatera Utara, menuntut kita untuk selalu waspada dan siap siaga dalam menghadapi bencana yang mungkin terjadi," jelasnya.

Edy mengatakan penanganan bencana ini dilakukan bersama-sama agar berjalan dengan baik. Dia mengingatkan, dalam penanganan bencana ini harus dilakukan dengan koordinasi yang baik.

"Apel bertujuan untuk membangkitkan kebersamaan kita, juga kesiapsiagaan kita seluruh elemen. Penanggulangan bencana harus dilakukan bersama-sama dan terpadu melalui koordinasi yang baik," paparnya.

(haf/haf)