Cerita Ketua MK Anwar Usman Ditawari Gelar Profesor

Andi Saputra - detikNews
Minggu, 12 Sep 2021 18:22 WIB
Anwar Usman
Foto: Ketua MK Anwar Usman (Ari Saputra/detikcom)

Berdasarkan catatan Kemendikbudristek, selama 5 tahun terakhir, terjadi penambahan profesor 89 orang. Tahun 2015 itu ada kurang lebih 5.300 profesor. Kemudian, pada tahun 2019 itu menjadi 5.389 atau 20 sampai 22 profesor per tahun.

"Nah, apa sebenarnya yang ingin dicapai Pemerintah dengan membatasi itu? Apalagi kalau kita lihat bahwa kan di negara lain istilah profesor itu, ya dosen saja, misalnya di beberapa negara, dosen itu semua dipanggil profesor, begitu. Bahkan suatu negara dianggap maju ketika, misalnya perbandingan penduduk antara yang doktor dengan yang tidak, yang master dengan yang tidak, yang profesor dengan tidak. Itu adalah salah satu indikasi untuk menentukan bahwa negara itu sudah maju atau sudah berkembang, gitu," papar Aswanto, yang juga Guru Besar Unhas itu.

"Nah, apakah ini justru tidak menghalangi atau justru tidak menahan kita untuk memperoleh status maju atau berkembang itu?" imbuhnya.

Adapun hakim konstitusi Saldi Isra yang juga Profesor dan Guru Besar Universitas Andalas (Unand) Padang, mempertanyakan soal standar syarat menjadi profesor yang berubah-ubah. Saldi juga mempertanyakan mengapa pejabat gampang meraih gelar profesor dibandingkan dengan dosen.

"Saya ini sebetulnya kalau pakai persyaratan hari ini jangan-jangan saya tidak layak jadi Profesor. Tidak ada jurnal internasionalnya, tidak ada ini, dan segala macamnya. Dan itu bukan pekerjaan yang gampang. Kalau jurnal internasional yang terindeks Scopus yang dikelola secara benar, kita bisa menunggu 2-3 tahun lho, baru sebuah tulisan bisa dianggap layak untuk diterbitkan," kata Saldi.

Mendapati pertanyaan bertubi-tubi itu, Kemendikbudristek yang diwakili oleh Irjennya, Chatarina Girsang mengaku mencatat semua pertanyaan dan akan menjawab secara tertulis. Rencananya sidang akan dilakukan lagi pada 28 September 2021.

"Sudah saya catat semua," kata Chatarina pendek.


(asp/zak)